Majalengka, G.- DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 10 yang diisi dengan gebyar santunan bertempat di Aula Nyi Rambut Kasih Pendopo Majalengka dihadiri langsung Bupati Majalengka Karna Sobahi, Kamis (29/09/22) Gebyar santunan yang dilaksanakan yakni untuk panti jompo, anak anak yatim, disabilitas, marbot/pengurus masjid,

Majalengka, G.-
DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 10 yang diisi dengan gebyar santunan bertempat di Aula Nyi Rambut Kasih Pendopo Majalengka dihadiri langsung Bupati Majalengka Karna Sobahi, Kamis (29/09/22)
Gebyar santunan yang dilaksanakan yakni untuk panti jompo, anak anak yatim, disabilitas, marbot/pengurus masjid, pengurus jenazah, imam musholla, tukang sorabi, dan dilaksanakan pembangunan musolla yakni di Kecamatan Paladah, Kasokandel dan Panyingkiran.

Dalam sambutannya Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan bahwa kegiatan gebyar santunan yang diselenggarakan oleh DPC LSM.Penjara Indonesia adalah sebuah kepedulian dalam.memaknai lahirnya LSM Penjara Indonesia yang ke 10.
“Keberadaan LSM Penjara Indonesia adalah bagian dari pilar demokrasi Indonesia, makanya saya sangat menghargai keberadaannya asalkan bekerja sesuai dengan tupoksinya, “ujar Karna.

Di tempat yang sama Ketua DPC Penjara Indonesia Ari Sobari menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalan rangka Ultah LSM Penjara Indonesia yang ke 10 tepatnya pada tanggal 29 September 2022.
“Kita punya moto “Berani Korupsi Siap Masuk Bui” Kita juga bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka. Kita bangun sinergitas yang baik agar tercipta kondusifitas di Kabupaten Majalengka. Dengan demikian Pemkab dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan tetap kebijakannya pro masyarakat, ” tutur Ari Sobari.

Sementara itu Ketua DPD Jawa Barat LSM Penjara Indonesia DB Setiabudhi menambahkan bahwa pihaknya bersineri dengan pemerintah dan mendorong kepada kebijakan untuk masyarakat.

“Di usianya yang ke 10 kita bantu masyarakat, kita juga tetap mengkritisi Pemerintah Daerah, kita menjadi kontrol sosial. Kita lebih dewasa berperan aktif dalam membangun Majalengka Raharja, ” tuturnya. (Eka)














