Tidak Ada Ngaku Ketua, Tidak Ada Ilegal PSI

Tidak Ada Ngaku Ketua, Tidak Ada Ilegal PSI

Cirebon Kabupaten, G.- Menjawab berita yang tayang di media Gelombang dari Nara Sumber Ketua DPC PSI Kabupaten Cirebon, Sultan Kacirebonan dan Ketua PAC Gebang DPC PSI Kabupaten Cirebon, awak media Gelombang berkesempatan mewawancara langsung dari pihak terkait, Grogol (24/03/2023). Terkait Penganugerahan Piagam Penghargaan dari Sultan Kacirebonan pada Milad Keraton yang ke 215, Ahmad Abdul Khozin,

Cirebon Kabupaten, G.-
Menjawab berita yang tayang di media Gelombang dari Nara Sumber Ketua DPC PSI Kabupaten Cirebon, Sultan Kacirebonan dan Ketua PAC Gebang DPC PSI Kabupaten Cirebon, awak media Gelombang berkesempatan mewawancara langsung dari pihak terkait, Grogol (24/03/2023).

Terkait Penganugerahan Piagam Penghargaan dari Sultan Kacirebonan pada Milad Keraton yang ke 215, Ahmad Abdul Khozin, S.Ag.,M.A.,M.Pd.,MM menyampaikan. ” Terkait pemberitaan berkenaan dengan kegiatan Keraton, kita diminta oleh panitya untuk terlibat dalam kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Keraton.”

Masih Kata Khozin. ” Kemudian ada lis
t, list permintaan keterlibatan berbagai organisasi. salah satunya list Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI). Karena salah satu anggota PSI yang setiap hari keluar masuk di Keraton, dan kebetulan beliau ada disini, kang Diding,” tuturnya.

Menurut Khozin, melalui Diding informasi yang didapat, pihaknya diundang dalam rapat, kemudian diundang untuk melakukan kegiatan inti. Pada hari Ulang Tahun Keraton Kacirebonan tersebut pihaknya menjadi bagian daripada organisasi yang diundang untuk ikut kirab dan pengamanan.

” Alhamdulillah setelah selesai, kita dipanggil untuk mendapatkan penghargaan dari Sultan berupa Piagam. Didalam Piagam itu tertulis Pejuang Siliwangi Indonesia. Jadi tidak diperuntukan untuk ketua Siliwangi,
Ketua DPC, atau Wakil Ketua DPC, itu tidak, tapi untuk Pejuang Siliwangi Indonesia.” Ungkap Khozin.

Masih kata Khozin, ” Karena yang hadir adalah saya, dan saya di PSI berdasarkan SK sampai th 2025, saya adalah Wakil Ketua. Jadi saya hadir ketika itu sebagai wakil ketua. Dimana saya punya tanggungjawab, bagaimana nengendalikan, mengarahkan, juga mengompakan seluruh anggota PS yang hadir ketika itu.”


” Jadi ini tanggungjawab organisasi. Perlu dicatat oleh siapapun bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa saya Ketua DPC Pejuang Siliwangi Indonesia di Kabupaten Cirebon. Saya mengatakan bahwa saya Pengurus Pejuang Siliwangi. Karena saya Wakil Ketua yang di SK kan oleh Ketua Jendral Yayat Sudrajat, dan Jendral Nasep sampai dengan 2025,” Tegas Khozin.

Lanjut. A” Masih ada waktu sampai 2025 sebagai Pengurus Resmi. Oleh karena saya Pengurus Resmi, jadi saya Anggota PSI Legal.” Tegas Khozin.

Menurutnya ketika pelaksanaan kegiatan Keraton tersebut, dia sebagai Wakil Ketua yang mempunyai tanggungjawab menggantikan Ketua yang waktu itu mungkin tidak hadir. ” Entahlah apa Ketua tidak mendapatkan undangan. Karena undangan yang kita dapatkan melalui Wibera yang Ketuanya Abah Idi dan juga sah sebagai Pengurus PSI untuk Wibera Kabupaten Cirebon, dan mendapatkan SK sampai 2025. Jadi jika ada sumber berita yang mengatakan kita ilegal, maka itu tidak berdasar. ” tutur Khozin.

” jadi, kenapa mungkin sdr.Mustamid mengatakan bahwa Abah Idi, saya dan kawan-kawan lainnya adalah Ilegal?. Karena dia menganggap sudah memecat kita. Padahal kewenangan memecat atau memberhentikan, jangankan tingkat pengurus, memberhentikan anggota saja harus berdasarkan AD/ART melalui beberapa tahapan.” Ungkap A A Khozin.

Menurutnya, yang berwenang memberhentikan adalah DPD melalui tahapan. Nanun selama ini menurut AA Khozin tidak ada mengikuti aturan AD/ART dan langsung main pecat-pecat saja.

Sementara itu ditempat yang sama di Cirebon Utara, mendampingi Wakil Ketua DPC PSI A.A Khozin, Ketua Wibera PSI DPC Kabupaten Cirebon mengatakan hal senada. ” saya Idi Tarmidi, Ketua Wibera yang syah secara hukum . Karena saya SK nya sama dengan pa Mustamid yaitu sampai 2025. ”

Lanjut Idi Tarmidi. ” kebetelun saya ini yang namanya dilembaga , ini aneh. Karena saya di PS ini dari awal, kemudian saya ketemu dengan Ketua Umum yang sekarang Jendral Yayat. Setelah itu, selanjutnya di Cirebon saya mengajaklah ke pa Mustamid, tadinya saya ajak ke Advokasi, tapi dia mintanya Wakil Ketua waktu itu. Namun saat itu karena semuanya belum ada yang siap, makanya langsung saja saya tunjuk dia. Ya sudah..pa Mustamid saja yang sebagai Ketua DPC,” ungkapnya.

Melanjutkan ceritanya, menurut Idi Tarmidi yang lebih dikenal dengan Abah Idi itu mengatakan bahwa setelah Mustamid ditunjuk dan diusungnya sebagai ketua DPC PSI Kabupaten Cirebon , malah setelah jadi dan banyak pengikutnya, dirinya Abah Idi cs ditendang. ” singkat cerita setelah jadi Ketua, semuapun ditendang. Maksudnya apa ini?!!, ini organisasi di PSI seharusnya tidak ada yang seperti ini.” Tutur Abah Idi.

” Ibu Edeh pun menyampaikan, tidak ada di PS utu pecat memecat. Terkecuali anggota tersebut kesalahan fatal. Saya kesalahannya apa?, main pecat pecat saja. Ketua Mustamid menabrak AD/ART,” Ungkap Abah Idi.
(Hendy)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos