Cirebon Kabupaten,G.- Adanya pabrik yang mampu menyerap tenaga kerja di sekitar tempat paprik itu berdiri, merupakan keberuntungan bagi daerah itu sendiri. Akan tetapi Keberuntungan akan menjadi tidak sebanding dengan manfaat yang diterima oleh wilayah sekitar pabrik tersebut jika ternyata membawa ekses yang lain. Hal yang mirip dialami desa Kasugengan Kidul Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon. Berawal

Cirebon Kabupaten,G.-
Adanya pabrik yang mampu menyerap tenaga kerja di sekitar tempat paprik itu berdiri, merupakan keberuntungan bagi daerah itu sendiri. Akan tetapi Keberuntungan akan menjadi tidak sebanding dengan manfaat yang diterima oleh wilayah sekitar pabrik tersebut jika ternyata membawa ekses yang lain.
Hal yang mirip dialami desa Kasugengan Kidul Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon. Berawal dari adanya laporan ke sumber media ini, pabrik Soun membuang limbah di area mata air yang menuju sungai. Awak media Gelombang menelusuri faktanya di lapangan.

Ditemui diruang kerjanya, Kantor Balai Desa, Kepala Desa/ Kuwu Kasugengan Kidul, Nuryanto. Ketika dikonfirmasi kebenaran dugaan adanya pabrik yang membuang limbahnya ke area mata air dan sungai, Ia sampaikan. ” Kalau dibuang di mata air, dilihat apa mata air yang berfungsi dimasyarakat atau tidak. Selain itu perlu dipertimbangkan sisi positif dan negatipnya, lebih banyak positipnya atau negatipnya, ” tutur Nuryanto, Kamis (21/09/2023).
Kuwu juga mengaku, tidak ada masyarakat sekitar pabrik tersebut yang komplein, karena air limbah pabrik itu dibuang ke sungai.

Kemudian, ketika media Gelombang menyambangi pabrik soun yang letaknya kira kira 800 meter dari Balai desa, ditempat tersebut tidak ditemui pemiliknya. Namun ditemui oleh Mhj salah seorang pegawai dipabrik tersebut. Dia,Mhj mengatakan bahwa karyawan pabrik nya banyak juga dari penduduk sekitar khususnya wilayah Kasugengan Kidul.
Namun demikian berbeda dengan keterangan dari warga tetangga pabrik tersebut yang katanya warga Kasugengan kidul sendiri. Dibantah, karena warga kasugengan kidul lebih memilih kerja ditempat lain daripada di pabrik soun. Hal itu menurutnya disebabkan bayaran dipabrik bihun/ soun tersebut terlalu kecil.

Terkait dengan kebutuhan air di pabrik itu, sumber dilapangan mengatakan kebutuhan air mengambil air tanah,
” pengambilan air sekitar kedalaman 19 sd 20m. Ukuran kedalaman normal dengan jumlah 4 titik, ” tutur muhajir.
Disisi yang lain terkait pembuangan limbah, dilihat secara phisik saluran limbah nampak serampangan. Limbahnya dibuang dan dipendam ke area mata air keramat. ” Ini mata air keramat, dulunya banyak penggunanya,” tutur Muhajir.

Menurut Muhajir..didalam area pembuangan terdapat juga timbunan kayu yang sengaja direndam.
Sementara warga Kasugengam Kidul yang berada di sekitar belakang pabrik yang kebetulan dekat dengan area pembuangan limbah pabrik itu, merasa keberatan. ” Kalau musim hujan airnya meluap keluar dan membuat bau yang tidak sedap sampai tercium ke rumah kami,” tutur warga tersebut.

Oleh karena itu awak media menyampaikan hal tersebut kepada pihak Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon yang kompeten dalam bidangnya. Untuk dilakukan secepatnya penanganan persoalan di masyarakat terkait hal tersebut.
Menurut sumber, melihat kondisi di lapangan dan lingkungan sekitar terkait Limbah dari pabrik yang tidak tampak dari luar papan namanya itu. Diduga pabrik tersebut belum miliki ijin lingkungan terkait pembuangan dan pengelolaan limbahnya, UPL/ UKL atau IPAL.
(Hendy)
⁰






