Pembagian Sembako di Giat Bupati Imron dan Ketua GNTI Rohmin Dahuri Berbuntut Kericuhan

Pembagian Sembako di Giat Bupati Imron dan Ketua GNTI Rohmin Dahuri Berbuntut Kericuhan

Cirebon Kabupaten,G.- Acara bakti Nelayan Tani indonesia yang di prakarsai oleh GNTI (Gerakan Nelayan Tani Indonesia ), dihadiri Ketua Umum PP GNTI Prof.Rokhmin Dahuri dan juga dihadiri Bupati Cirebon H.Imron Rosyadi, M.Ag. pada Jum,at (24/02/2023) dilaksanakan di ruang pertemuan desa Waruduwur menuai kericuhan. Fasalnya, giat yang dilaksanakan selepas sholat jumat tersebut dan bertempat di ruang

Cirebon Kabupaten,G.-

Acara bakti Nelayan Tani indonesia yang di prakarsai oleh GNTI (Gerakan Nelayan Tani Indonesia ), dihadiri Ketua Umum PP GNTI Prof.Rokhmin Dahuri dan juga dihadiri Bupati Cirebon H.Imron Rosyadi, M.Ag. pada Jum,at (24/02/2023) dilaksanakan di ruang pertemuan desa Waruduwur menuai kericuhan.

Fasalnya, giat yang dilaksanakan selepas sholat jumat tersebut dan bertempat di ruang pertemuan desa menimbulkan rasa tidak senang dan protes bagi warga desa Waruduwur akibat tidak bisa masuk ruangan dan tidak mendapatkan pembagian sembako.

Acara yang menghendaki dihadiri masyarakat desa Warduwur Kecamatan Mundu terkesan menjadi tertutup dan tebangpilih sehingga masyarakat kecewa dan terpancing emosi. banyak warga yang tidak bisa masuk ke ruangan dan tidak mendapatkan pembagian sembako.

menuai banyak persoalan dan mis informasi sehingga masyarakat yang geram marah marah berceloteh tentang keberadaan acara undangan yang berada di dalam gedung pertemuan tsb

Hal tersebut terbukti ketika wartawan media ini dan beberapa media lain tidak diperkenankan meliput masuk ke dalam
ruang acara.
“Pintu tertutup bahkan kami sebagai jurnalis dilarang untuk masuk dan meliput acara tersebut dengan alasan klo para jurnalis masuk semua masyarakat Waru duwur yg berada di luar gedung akn masuk.”

Sementara dari keluhan masyarakat Waruduwur Kecamatan Mundu. “Pak! di mana ada rasa keadilan!!, kami sama sama masyarakat desa Waruduwur kok tidak boleh masuk. Mana rasa keadilan pak!!?, ” serunya.

Beberapa sumber dilapangan menyampaikan bahwa acara tersebut ada acara bagi-bagi sembako. Namun demikian banyak masyarakat desa Waruduwur yang protes serta marah karena banyak yang tidak kebagian sembako.

Sumber media ini menyampaikan, banyak ibu ibu yang mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa berat dengan Prof.Rokmin Dahuri dan H.imron Rosadi karena mereka dilarang masuk ke gedung Pertemuan tersebu.

Perihal hal tersebut, awak media mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Waruduwur, Yadi, SH. ” Kami hanya ketempatan acara saja. Ksmi tidak menyangka sebelumnya jika ending acara banyak masyarakat marah, mengamuk, bahkan sampe beberapa pot bunga banyak yang jatuh,” tuturnya.

Sementara menurut sumber lain, ibu kuwu Waruduwur mengatakan bahwa sedari awal pihaknya merasa keberatan dengan adanya acara tersebut di desa nya, namun akhirnya acara tetap di laksanakan di desa kami.

Masyarakat desa Waruduwur banyak yang mengamuk, Ibu Kuwu Waruduwur menangis, banyak masyarakat yang menghujat Kuwu Yadi desa Wauduwur namun demikian sangat dusayangkan Ketua Panitya Acara tersebut saat mau dikonfirmasi terkait sebab apa yang mengakibatkan kejadian tersebut dan bagaimana pertanggunganjawab panitya pada warga setempat, ternyata panitya sudah meninggalkan lokasi acara sebelum memberikan kejelasan.

Akibat tragedi ini tampaknya berimbas kepada Bupati. Fasalnya banyak masyarakat yg mengatakan kedepan pihaknya tidak akan memilih H.Imron Rosadi jika nyalon Bupati Cirebon.

Di tempat terpisah saat wawancara, Yadi SH
Kepala Desa Waruduwur berkata ”
kami sgt aspiratif sekali dengan di adakan acara seperti ini. Hanya kami berharap kalaupun mau diadakan acara seperti ini lagi harus persediaannya yang lebih banyak agar masyarakat desa Waruduwur Kecamatan Mundu dapat semua,” pungkasnya.
( Fajar Soleh )

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos