Panjang Jimat Bersama Sultan Handi Raja Kaprabonan

Panjang Jimat Bersama Sultan Handi Raja Kaprabonan

  Cirebon Kota, G.- Panjang Jimat salah satu rangkaian acara dan puncak kegiatan maulid Nabi di Kraton Kaprabonan merupakan warisan leluhur Syeh Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Ritual panjang Jimat dianggap penting dan merupakan puncak dari tradisi Muludan memiliki makna yakni “Panjang” yang bermakna tanpa batas seumur manusia sedangkan jimat

 

Cirebon Kota, G.-

Panjang Jimat salah satu rangkaian acara dan puncak kegiatan maulid Nabi di Kraton Kaprabonan merupakan warisan leluhur Syeh Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati.

Ritual panjang Jimat dianggap penting dan merupakan puncak dari tradisi Muludan memiliki makna yakni “Panjang” yang bermakna tanpa batas seumur manusia sedangkan jimat singkatan dari “Ji” bahasa Cirebon siji yang artinya satu dan “mat” atau dirumat bermakna dijaga atau dipelihara. Jadi panjang Jimat diartikan umat muslim harus menjaga pegangan utama yakni syahadat, ungkap Pangeran Handi Raja Kaprabon didampingi R. Hamzah selaku Ketua tim pustaka dan pelestarian Kraton Kaprabonan di ruang tamu sebelum acara panjang Jimat dimulai, Selasa (19-10-2021).

Pangeran Handi Raja Kaprabon merupakan Sultan ke 11 menggantikan Kakaknya Sultan Hempi Raja Kaprabon yang meninggal dunia di awal tahun ini, hal itu bisa terjadi karena Sultan Hempi tidak memiliki anak perempuan dan otomatis digantikan adik tertuanya. Kraton Kaprabonan didirikan Pangeran Raja Adipati Kaprabon merupakan putra mahkota dari Sultan Qomaruddin Muhammad Badrudin, Sultan pertama Kraton Kanoman Cirebon dan diangkat ayahnya menjadi putra mahkota dengan gelar Sultan Panatagama di tahun 1680 M yang saat itu diserahkan busana Perang Kerajaan Wali.

” Tahun 1696 M setelah 6 tahun ayahandanya wafat dan adanya gejolak politik zaman kolonial Belanda, Pangeran Raja Adipati Kaprabon mendirikan Kraton dan tajug (musholla) di tempat petilasan kediaman Ki Gedeng Alang-alang dan Pangeran Cakrabuana yang dikenal Mbah Kuwu Cirebon Pendiri Caruban Nagari,” ungkap R. Hamzah.

Kegiatan panjang Jimat di Kraton Kaprabonan, kami tidak mengundang pejabat tapi dihadiri pihak keluarga dan abdi dalem saja, acara panjang jimat dimulai sejak usai solat magrib hingga pukul 21.00 WIB dengan membacakan sholawat nabi Muhammad SAW, ritual panjang Jimat ini dibagi dalam 9 kelompok yang memiliki tugas dan peran masing-masing.

Tradisi upacara panjang jimat ini memiliki urutan tertentu yang menggambarkan prosesi kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilambangkan melalui simbol-simbol yang sarat nilai dan filosofi luhur.

Pangeran Handi Raja Kaprabon berharap Pandemi segera berakhir dan masyarakat bisa normal dalam beraktivitas, sehingga kondisi saat ini mengadakan kegiatan dengan keterbatasan yang ada.
(Endi/Hatta)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos