Pagelaran Peringati Hari Tari se-Dunia Diguyur Hujan,

Cirebon Kabupaten,TG.-“Tag Cirebon Katon yang menjadi propaganda supaya Cirebon tampak terlihat kegiatan dan aktifitasnya Oleh Masyarakat Luas tingkat nasional, dibantah oleh sebuah kegiatan yang tarapnya memperingati hari Tari se-dunia namun kesanya tersembunyikan karena waktu,cuaca dan tempat.” Tutur salah seorang anggota LSM yang mengaku dirinya pemerhati aktifitas pemerintahan, seni dan kebudayaan. Menurut sumber tersebut pagelaran Tari

Cirebon Kabupaten,TG.-
“Tag Cirebon Katon yang menjadi propaganda supaya Cirebon tampak terlihat kegiatan dan aktifitasnya Oleh Masyarakat Luas tingkat nasional, dibantah oleh sebuah kegiatan yang tarapnya memperingati hari Tari se-dunia namun kesanya tersembunyikan karena waktu,cuaca dan tempat.” Tutur salah seorang anggota LSM yang mengaku dirinya pemerhati aktifitas pemerintahan, seni dan kebudayaan.

Menurut sumber tersebut pagelaran Tari dalam kerangka peringatan hari Tari dunia dengan koridor Cirebon Katon, membuat dahinya berkerut. Fasalnya heran perfoma yang bagus dan anggun dari seluruh para penari dengan pengorbanan diguyur hujan menjadi kurang berarti karena penontonnya saat itu diperkirakan tidak jauh dari desa tersebut saja, desa Bulak Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Kendatipun menghadirkan beberapa peserta  pelajar  dari kota dan Kabupaten Cirebon. Bila saja pagelaran itu ditonton oleh jumlah yang banyak dilapangan yang luas, dengan posisi yang tidak jauh dari jalan utama akan menjadi kepuasan tersendiri barangkali bagi para seniman tari, yang memang bisa saja ada kemungkinan  kemampuannya menari ingin ditonton banyak orang.

Menurut sumber juga pada saat memberikan sambutan yang konon sebagai penanggungjawab dari panitia penyelenggara Bidang Kebudayaan, Bp.Oop Opadi bahkan merasa dirinya tidak berani melihat cahaya terang, dan mengatakan silau terkena lampu sementara yang lainnya tidak seperti itu saat memberi sambutan. Cukup mengherankan sehingga saat bicara Bp.Oop Opadi nyaris menutupi sebagian pandangannya dengan tangan kirinya diangkat ke kepala.

Menurut sumber akan menjadi tambah heran jika penyelenggara kegiatan itu dari Pemerintah karena terkesan kekurangan anggaran sehingga kelihatannya harus menggandeng sponsor yang beriklan rokok ditengah masyarakat yang juga terdapat usia belum dewasa. Dari segi panggung tari  tidak ada atap yang melindungi para penari berlaga akibatnya penari hujan-hujanan.

Menjadi semakin heran bagi beberapa sumber, sehubungan ketika Kepala Desa yang saat itu pagelaran Seni Tari dalam rangka peringatan Hari Tari  se- dunia tersebut berada diwilayahnya tidak bersedia memberikan komentar atau keterangan atas kegiatan yang berlangsung saat itu di depan balai desa yang panggungnya menutupi lalulintas  kendaraan lewat. Kepala Desa Bp.H.Mulyani mengatakan ,” jangan wawancara ke saya , saya tidak tahu menahu.” Tuturnya. Sementara itu Camat Arjawinangun Bp.Sutismo dan Kabid Bp.Oop Opadi telah meninggalkan tempat , menurut sumber sebelum selesai acara pementasan.(Endi)

Gnews
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos