Kuningan, G.- Air telaga yang berwarna biru kehijauan terletak di desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. merupakan anugerah Tuhan YME. Siapapun yang datang dan memandanginya akan merasa senang dan sejuk ke sanubari. Seperti hal nya yang dirasakan awak media Gelombang ketika menyambangi ke ajaiban alam yang indah tersebut. Telaga tersebut selain berwarna biru kehijauan, semakin

Kuningan, G.-
Air telaga yang berwarna biru kehijauan terletak di desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. merupakan anugerah Tuhan YME. Siapapun yang datang dan memandanginya akan merasa senang dan sejuk ke sanubari.
Seperti hal nya yang dirasakan awak media Gelombang ketika menyambangi ke ajaiban alam yang indah tersebut.

Telaga tersebut selain berwarna biru kehijauan, semakin eksotis dengan banyaknya ikan-ikan dari jenis kancra dan nila dengan ukuran besar. Hilir mudik ikan tampak dari jauh karena beningnya air hingga tembus pandang ke dasar telaga.
Pesona Telaga Biru yang diberi judul Situ Cicerem Kaduela semakin bertambah ketika perahu melaju diatas danau, dan ketika spoot ayunan di atas danau diiringi kerumunan ikan ikan di permukaan air.

Situ Cicerem Kaduela merupakan danau alam yang telah ada sejak lama. Sebagaimana disampaikan salah seorang petinggi BUM Desa yang bernama ” Arya Kemuning “, yaitu Sarah mewakili petinggi lainnya Maulana dan Direktur Bumdes Arya Kemuning, Iim Ibrahim kepada awak media Gelombang.
” Kalau Telaga Biru sih..dari sejak dulu waktu saya masih kecil, sudah ada. Bahkan pernah dengar, katanya sejak jaman Wali juga sudah ada,” tutur Sarah, Minggu (03/09/2023).
Lanjut,” Cuman kalau dulu difokuskan untuk pengairan warga. Belum dijadikan destinasi wisata. Dulu di desa Kaduela yang lebih dikenal itu Paling juga Bumi Perkemahan yang ada di atas yang sudah dijadikan area parkir.” Kata Sarah.

Menurut Sarah Telaga Biru Cicerem dahulu difungsikan hanya sebatas kebutuhan irigasi warga desa Kaduela. Menjadi destinasi wisata seperti sekarang ini, mulai perombakannya sejak tahun 2015 sampai sekarang. Kemudian Mulai dikelola oleh lembaga desa yaitu Badan Usaha Milik Desa Kaduela yang bernama Arya Kemuning sekitar 2017.
Sarah akui keistimewaan Telaga Biru, adalah unik dari warna airnya, dari alamnya yang masih asri, dari pedagangnya yang tidak boleh dari luar desa Kaduela.
Bila pengunjung datang ke Telaga Biru, tidak perlu khawatir akan jajanan khas, karena sudah ada UMKM Kripik Pisang desa Kaduela.

“Untuk kedatangan wisatawan dihari biasa, diperkirakan 300 orang per hari. Sedangkan di hari libur Sabtu atau Minggu nyampe 700 s.d 1000 pengunjung. Bahkan waktu libur panjang seperti Tahun Baru dan Hari Raya bisa mencapai 2000 lebih wisatawan.” Tutur Sarah.

Sejauh itu untuk destinasi Wisata Telaga Biru, pihak pengelola mengaku belum merasa cukup puas dengan capaian yang sudah dialami. Sarah berharap kedepan pihaknya bisa membangun fasilitas lainnya yang belum ada dan dibutuhkan di area wisata Talaga Biru Cicerem. Seperti spot selfi yang masih sedikit, fasilitas umum, dan Gazebo untuk duduk nyantai wisatawan.
Harapan Sarah, diperkirakan sekitar 5 lokal lagi kiranya pemerintah mensuport.
Baik dari pemerintah desa setempat yang dipimpin oleh Kepala Desa H.Toyib dan didampingi Ketua BPD, Samad. Maupun dari pemerintah diatasnya, Camat dan Bupati Kuningan.
” Untuk masyarakat sekitar dimohon partisipasinya, seperti ikut serta kerja disini, karena kita juga butuh tenaga, selain itu kiranya kebersihan dijaga.
Untuk pengunjung kiranya juga sama agar menjaga kebersihan tidak membuang sampah sembarangan. Untuk pemerintah kita minta supportnya jika kita ada pembangunan.” Pungkas Sarah.
(Hendy/Cakra)







