Unsoed Edukasi Santri Cegah Hoaks Kesehatan

Unsoed Edukasi Santri Cegah Hoaks Kesehatan

Brebes,G.- Makin maraknya berita-berita hoaks di media sosial maupun sebaran media informasi lainnya, membuat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Fakultas Hukum Unsoed bergerak menangkalnya. Wujud dari itu LPPM bersama Fakultas Hukum Unsoed menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk edukasi verifikasi informasi kesehatan berbasis nilai tabayyun. “Kami menyasar ke

Brebes,G.-

Makin maraknya berita-berita hoaks di media sosial maupun sebaran media informasi lainnya, membuat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Fakultas Hukum Unsoed bergerak menangkalnya. Wujud dari itu LPPM bersama Fakultas Hukum Unsoed menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk edukasi verifikasi informasi kesehatan berbasis nilai tabayyun.

“Kami menyasar ke Pondok pesanteren diantaranya ke Pondok Pesantren Persatuan Islam 369 Al Farauk Brebes, agar mereka tidak termakan hoaks,” ujar Ketua Tim Pengabdian LPPM Unsoed Syarafina Dyah Amalia SH MH, disela acara, Sabtu (25/7/2026).

Didampingi anggota tim Fathimah Azzahro SH MH dan Maria Mu’ti Wulandari SH MH, Syarafina menjelaskan, berita-berita hoaks menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, termasuk di lingkungan pesantren. Untuk itu, perlu dilakukan tabayyun atau klarifikasi kepada pihak-pihak yang kompeten. Jangan sampai berita hoaks langsung ditelan mentah-mentah bahkan turut menyebarluaskannya tanpa merasa bersalah.

“Tabayyun dulu, Saring dulu sebelum shareeng,” tandasnya.

Tim pengabdian memaparkan materi mengenai ciri-ciri hoaks kesehatan, data terkini penyebaran hoaks di Indonesia, serta empat langkah verifikasi berbasis tabayyun. Yakni mulai dari klarifikasi sumber, verifikasi otoritas ilmiah, penilaian etika dan maslahat, hingga evaluasi dampak kesehatan. Para santri turut diajak praktik langsung menilai sejumlah contoh kasus hoaks kesehatan yang kerap beredar di lingkungan pesantren.

Acara dibuka Pengasuh Pesantren Ustadz Ardiansyah Al Farauk yang mengaku gembira dan menyambut baik kegiatan ini. Ardiansyah juga menekankan pentingnya santri membekali diri dengan kemampuan memilah informasi kesehatan yang beredar, sejalan dengan prinsip tabayyun dalam ajaran Islam.

“Teruslah belajar dari sumber-sumber yang bisa dipercaya dan tetap menjaga kesehatan jiwa dan raga,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri semakin kritis dalam menyikapi informasi kesehatan yang beredar, sekaligus menandai terjalinnya kemitraan jangka panjang antara perguruan tinggi dan pesantren dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Bertindak sebagai narasumber Ketua Dewan Dakwah Ustad Rofiq Qoidul Adzam SH dan dr Nunuk Irgiwati dari Puskesmas Brebes.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPPM Unsoed dan Pondok Pesantren Persatuan Islam 369 Al Farauk. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, kegiatan seperti ini berkelanjutan guna mendukung penguatan literasi kesehatan dan keagamaan di lingkungan pesantren. (Soca/Wasdiun)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos