‘Terkait Dugaan Penjegalan Balon Kuwu Kuat Desa Ciperna Melalui Test, Pemkab Cirebon dan UMC Saling Tuding’

‘Terkait Dugaan Penjegalan Balon Kuwu Kuat Desa Ciperna Melalui Test, Pemkab Cirebon dan UMC Saling Tuding’

Cirebon Kabupaten,G.- Terkait nota keberatan warga Desa Ciperna yang menduga kuat adanya penjegalan terhadap calon yang diusungnya dengan cara tidak meluluskannya melalui tahapan seleksi akademik. Beberapa media yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Cirebon Raya melakukan penelusuran dan wawancara ke beberapa pihak. Dari hasil konfirmasi dilapangan, antara pejabat terkait di Pemerintah Daerah Cirebon dengan pihak Universitas

Cirebon Kabupaten,G.-

Terkait nota keberatan warga Desa Ciperna yang menduga kuat adanya penjegalan terhadap calon yang diusungnya dengan cara tidak meluluskannya melalui tahapan seleksi akademik. Beberapa media yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Cirebon Raya melakukan penelusuran dan wawancara ke beberapa pihak.

Dari hasil konfirmasi dilapangan, antara pejabat terkait di Pemerintah Daerah Cirebon dengan pihak Universitas Muhammadiyyah Cirebon tidak ada yang mau mengaku. Yang ada mereka saling tuding siapa yang harusnya bertanggungjawab sebagai Penyelenggara Seleksi Akademik Balon Kuwu 2021.

Ditemui di ruang kerjanya KTU UMC Reza Arif Setiawan, M.Pd menyampaikan, “ kalau dari penyelenggaraan sendiri bukan dari UMC, pa. UMC itu tidak ada hubungannya untuk menyelenggarakan. Yang wewenang menyelenggarakan itu kan dari dinas DPMD. UMC itu posisinya hanya menyewakan tempat, kaya test CPNS kemarin. Disewa tempatnya pelaksanaannya di UMC. Hanya tempatnya saja, kalau pelaksanaan, teknis, soal dan lain-lainnya dari Dinas semua,” jelasnya ,Rabu (27/10/2021).
Reza juga menyampaikan bahwa untuk kepanitiaan uji seleksi Balon Kuwu menjadi Calon Kuwu, UMC tidak masuk didalamnya.

Hal yang disampaikan pihak UMC sangat bertolak belakang dengan yang disampaikan pejabat terkait di Pemerintah kabupaten Cirebon baik dari tingkat Kecamatan maupun dari tingkat Dinas. Perihal seleksi akademik Pilwu serentak 2021.
Sehari sebelumnya diruang Kabid Pemerintahan Desa,Selasa (26/10/2021) Aditia Arif Maulana (Adit) menjawab pertanyaan beberapa wartawan terkait pelaksanaan seleksi, sistem CAT, lembar soal dan jawaban. “ Kalau kedalaman sampai sejauh itu saya kurang paham. Karena itu sudah diserahkan ke pihak UMC dalam pelaksanaannya. Saya rasa begini pa, itu akan lebih jelas ditanyakan kepada pihak UMC.”

Menurut Adit sesuai dengan Perbup No 74 th 2021, terhadap desa-desa yang calonnya lebih dari 5 diadakan seleksi akademik. Beberapa hari sebelum pelaksanaan seleksi akademik, ada pemberian modul dan pelaksanaan simulasi CAT pada seluruh peserta seleksi Balon Kuwu. Soal yang muncul dan dijawab yaitu wawasan kebangsaan, wawasan ke-desa-an dan wawasan kepemimpinan.

“ .. saya sendiri tidak masuk kedalam sistem itu. Kami juga dari DPMD sudah menyerahkan untuk seleksi itu, dan memang tadi yang saya jelaskan dari A sampai Z itu siklusnya. Seperti itu pa sistem disana. Dan yang mengelola pihak UMC, yang punya servernya disana, yang punya sistemnya disana,” pungkas Adit.

Sementara itu 2 hari sebelumnya ditemui media ini, mewakili Camat Talun, Sekmat Syafrudin Aryono (Ary) menyampaikan. “ untuk urusan uji kompetensi pun kami secara kelembagaan tidak mengetahui samasekali. Sepakat gk disitu…sepakat gk disitu? “ tutur Sekmat Ary.


“ bahwa hari ini urusan uji kompetensi dilaksanakan oleh UMC. Kalau bapak yang disini dengan menanyakan bagaimana tentang uji kompetensi itu menjadi urusan daripada UMC. Sepakat disitu?” Tambah Ary.
(Endi)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos