Cirebon Kabupaten,G.- Sedekah bumi di Desa Palir merupakan implementasi rasa syukur Pimpinan Masyarakat kepada Gusti Allah Tuhan Hyang Maha Kuasa, atas rahmat dan berkah Nya yang telah memberikan kepada masyarakat Desa Palir memiliki bumi yang subur, air yang selalu mengalir hingga para petani berhasil memanen segala macam tanduran yang ditanam buat melangsungkan kehidupan untuk tetap

Cirebon Kabupaten,G.-
Sedekah bumi di Desa Palir merupakan implementasi rasa syukur Pimpinan Masyarakat kepada Gusti Allah Tuhan Hyang Maha Kuasa, atas rahmat dan berkah Nya yang telah memberikan kepada masyarakat Desa Palir memiliki bumi yang subur, air yang selalu mengalir hingga para petani berhasil memanen segala macam tanduran yang ditanam buat melangsungkan kehidupan untuk tetap dapat beribadah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Rasa syukur tersebut dikemas dalam bentuk Tahlilan, kemudian Pengajian di Desa Palir pada Jum’at 20 September 2024. Dilanjutkan dengan hiburan untuk masyarakat berupa gelaran Seni peran Masres/Sandiwara, Sabtu (21/09/2024).

Sejarah awal mula sedekah bumi di desa Palir, Kuwu Durakman mengaku kurang paham. Akan tetapi dirinya hanya ingin meneruskan apa yang baik dan pernah dilakukan para pimpinan desa sebelumnya. Namun demikian Kuwu yang berlatar seorang pengusaha rotan tersebut berpesan terkait giat sedekah bumi kepada masyarakatnya. ” Kepada masyarakat terkait kegiatan Sedekah bumi, sama -sama kita jaga lestarikan adat budaya kearipan lokal,” ujar Kuwu Durakman, ketika ditemui di ruangan kantornya Balai Desa Palir, Jl. Ki Ageng Tapa,Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sementara itu, di ruang berbeda obrolan beserta rekan media, tokoh masyarakat serta perangkat desa, di dapat info bahwa Desa Palir sejak dahulu masyarakatnya sangat melestarikan budaya bertani. Dahulu terkenal warga petaninya menanam ubi Jalar/ Boled. Saat sekarang petani boled di Desa Palir sudah sangat jarang, yang banyak selain padi, palawijanya berupa bayam, bukan bengkoang juga.

Desa Palir menurut sumber, dibangun oleh seorang tokoh Wanita. Diantara warga Desa Palir menyebutnya Nyi Ageng Palu atau Nyi Gede Palir. Tokoh sakti yang menjaga sumber-sumber air di daerah ini selalu (Pa-da) menga-lir. Oleh karena itu Desa ini di sebut Pa-lir diprediksi asal kata singkat dari Pada Milir ( mengalir).

Perihal siapa dan bagaimana sejarah tokoh pendiri Desa Palir yang konon menurut sumber memiliki Mirah Delima dan berpengaruh atas Tuah Sumur Masjid Palir yang pernah dikenal ampuh dan tidak boleh dilakukan sumpah sembarangan melalui media air nya. Tokoh ini kedepan akan diangkat kisahnya di media ini, bilamana diijinkan oleh Kuwu atau sesepuh Desa ini untuk mencoba telusur.
(Hendy)











