Majalengka,G.- Redi Sugara, Ketua Kadin Majalengka periode 2021 – 2026 sekaligus Kepala Divisi PD SMU Majalengka yang beralamat di Jalan KH. Abdul Halim No. 22 Majalengka diserang oleh inisial EN. Didampingi Kuasa Hukumnya,Enja Warjana, SH dalam sebuah konferensi pers dijelaskan bahwa dirinya telah dipukul dan dicekik oleh orang yang berinisial EN. “Pada hari Senin, tanggal

Majalengka,G.-
Redi Sugara, Ketua Kadin Majalengka periode 2021 – 2026 sekaligus Kepala Divisi PD SMU Majalengka yang beralamat di Jalan KH. Abdul Halim No. 22 Majalengka diserang oleh inisial EN. Didampingi Kuasa Hukumnya,Enja Warjana, SH dalam sebuah konferensi pers dijelaskan bahwa dirinya telah dipukul dan dicekik oleh orang yang berinisial EN.
“Pada hari Senin, tanggal 13 September 2021 bertempat di PD SMU Majalengka yang beralamat di Jalan KH Abdul Halim No. 22 Majalengka telah terjadi pemukulan dan mencekik leher Redi Sugara dan kemudian 2 jam setelah kejadian dilaporkan kepada pihak berwajib yang selanjutnya dilakukan proses penyidikan dengan berkas yang sudah dilengkapi bukti visum melaporkan penganiyaan terhadap Redi Sugara pasal 351 UU KUHP, ” jelas Kuasa Hukum Enja Warjana, SH saat konferensi pers di hadapan awak media, Rabu (15/9/21).

Masih kata dia, terhadap pengembangam yang dilakukan penyidik apakah hal tersebut adalah kejahatan yang direncanakan atau perbuatan yang tidak menyenangkan. Klien kami tidak mempunyai persoalan pribadi ataupun persoalan bisnis dengan inisial EN tersebut, jadi kami tidak tahu alasan apa klien kami dipukul dan dicekik oleh inisial EN yang datang ke kantor tiga orang.
Masih di tempat yang sama, Direktur Utama PD SMU Majalengka Dede Sutisna menjelaskan bahwa pada saat kejadian dirinya sedang tidak ada di kantor karena sedang ada acara di.luar.

“Saya mendengar ada kejadian tersebut dari Redi Sugara dan saya segera mengecek CCTV dan memang benar adanya ada kedatangan inisial EN dengan tiga orang tersebut. Akan tetapi saya tidak tahu alasannya apa sampai adanya penyerangan pemukulan terhadap Redi Sugara yang memang bekerja di PD SMU sebagai Kepala Divisi, ” ujarnya.
Ditambahkannya, harapannya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di kantornya yang memang BUMD milik Pemkab Majalengka.
“Cara cara premanisme seperti tersebut jangan lagi terulang lagi ada di kantornya, ” tutupnya. (Eka)









