Proyek Tol Kulon Progo Segera Dibangun

Proyek Tol Kulon Progo Segera Dibangun

Wates,G.- Proyek pembangunan tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo segera dimulai. Perwakilan Konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan audiensi dengan Bupati Kulon Progo, Drs H Sutedjo terkait materi dan progress tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, Kamis (17/9/2020), di ruang rapat Menoreh. Pertemuan ini juga dihadiri Asisten Daerah


Wates,G.-
Proyek pembangunan tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo segera dimulai. Perwakilan Konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan audiensi dengan Bupati Kulon Progo, Drs H Sutedjo terkait materi dan progress tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, Kamis (17/9/2020), di ruang rapat Menoreh.
Pertemuan ini juga dihadiri Asisten Daerah (Asda II) Bidang Perekonomian dan Pembangunan dan Sumber Daya Alam, Ir Bambang Tri Budi Harsono, M.M, Kepala Bappeda Triyono, S.IP., M.Si, Kepala Dinas PUPKP, Ir. Gusdi Hartono, M.T. serta Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR), R. Heriyanto, SH., MM.
Direktur Teknik PT Jalan Tol Solo Yogyakarta YIA Marga Makmur, Pristi Wahyono mengatakan jalan tol sepanjang 96,574 kilometer yang menghubungkan 7 Kabupaten ini dibagi menjadi tiga sesi pembangunan dengan pembebasan lahan dan rencana konstruksi Seksi 1 (SS Kartasuro- SS Purwomatani) pada November 2020-Juni 2023, Seksi 2 (SS Purwomartani- SS Gamping) pada Mei 2021 sampai Juni 2024, dan Seksi 3 (SS Gamping- Exit Purworejo) Juli 2022 sampai Desember 2024.
“Saat ini tiga Kabupaten di Jawa Tengah sudah pemberkasan dan inventarisasi. Karanganyar, Boyolali, pada tahap pematokan dan mulai pengukuran bidang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Klaten masih menunggu penetapan lokasi (penlok),” ujar Pristi Wahyono
Terdapat dua teknik pembangunan ruas jalan tol Solo-Yogyakarta. Dari total 60 kilometer, sebanyak 15 kilometer dibangun di atas tanah. Sementara sisanya, atau sekitar 45 kilometer dibangun secara melayang.
Kepala Dinas PUPKP, Ir. Gusdi Hartono, M.T. meminta pihak Konsorsium untuk segera memberi kejelasan trase serta schedule rigid atau jadwal baku agar Pemkab dapat mempersiapkan sosialisasi kepada masyarakat dan dapat berkoordinasi dengan semua pihak, mengingat dampak tol yang tidak sedikit. Hal ini juga berkaitan dengan pembangunan Exit tol di wilayah Sentolo, Wates dan Temon.
“Masyarakat sudah gencar meminta trase. Kapan kira-kira penlok keluar? Jadi kami sudah boleh mensosialisasikan, mempersiapkan sebagainya. Dampak dari tol ini jauh lebih hebat dari Bandara karena memanjang dari ujung ke ujung wilayah Kulon Progo,” kata Gusdi
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Sutedjo berharap kehadiran tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo di wilayah Kulon Progo tidak mematikan akses jalan publik. Mengikuti kebijakan yang sudah ditanamkan, dengan pelaksanaan pemerintah percayakan pada pihak Pemrakasa. Sutedjo menambahkan, dalam proses pembangunan dapat memanfaatkan potensi yang ada di Kulon Progo.
“Kami meminta pihak konsorsium mengakomodir dari apa yang telah kami disampaikan dengan mempertimbangkan substansi yang ada. Sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan yang sudah dibangun sejak awal, berharap kehadiran tol ini tidak merugikan khususnya masyarakat Kulon Progo. Kami juga meminta segera ada kepastian agar dapat bermanfaat untuk semuanya,” pungkasnya.
MC Kulon Progo/Lia/Novi.

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos