Pedagang Mobilan dan Pedagang di Bahu Jalan, Resahkan Pedagang Resmi Pasar Tegalgubug

Pedagang Mobilan dan Pedagang di Bahu Jalan, Resahkan Pedagang Resmi Pasar Tegalgubug

  Cirebon Kabupaten,G.- Bangunan Pasar dibuat untuk menampung para pedagang yang berjualan agar tertib, aman dan nyaman dalam melakukan transaksi/ jual-beli. Namun demikian bila faktanya di Pasar yang sudah ada ternyata pedagang lebih memilih berjualan di depan pasar/ diluar pasar bukan di dalam Pasar maka inilah yang akan memicu terjadinya gesekan sosial dimasyarakat. Pemerintah dalam

 
Cirebon Kabupaten,G.-

Bangunan Pasar dibuat untuk menampung para pedagang yang berjualan agar tertib, aman dan nyaman dalam melakukan transaksi/ jual-beli. Namun demikian bila faktanya di Pasar yang sudah ada ternyata pedagang lebih memilih berjualan di depan pasar/ diluar pasar bukan di dalam Pasar maka inilah yang akan memicu terjadinya gesekan sosial dimasyarakat. Pemerintah dalam hal ini harus hadir turun tangan menertibkan. Seperti halnya terjadi di Pasar Tegalgubug dari data yang dikumpulkan media ini banyak yang berjualan di luar pasar, dari yang berjualan pakai mobil maupun yang berjualan di sepanjang bahu jalan.

Pasar Tegalgubuk merupakan pasar desa, namun pasar ini telah menjadi pasar terbesar se-Asia Tenggara melebihi besarnya pasar rakyat Cathuchak di Bangkok Thailand. Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah sepantasnya besyukur dan bangga atas karsa dan karya warganya. Pasar Tegalgubug adalah ikonik Kabupaten Cirebon, oleh karena itu menurut sumber jangan biarkan persoalan muncul dan berlarut di pasar ikonik terbesar menjadi letupan di masyarakat.
Adanya para pedagang musiman yang menggunakan mobil untuk berjualan serta ngetem didepan pasar Tegalgubuk dan adanya pedagang yang berjualan dibahu jalan persis didepan Pasar Tegalgubuk membuat para pedagang resmi yang berada didalam Pasar Tegalgubuk menjadi resah. Menurut Kepala Pasar Tegalgubug dengan adanya seperti itu pedagang yang di dalam pasar akan merasa pelanggannya/ pembelinya dihadang oleh pedagang di luar pasar. Oleh karena itu pihaknya selaku pengelola berkewajiban peduli dan memperjuangkannya.

Terkait hal tersebut Kepala Pasar Tegalgubuk H.Ismail Fahmi menyampaikan kepada media Gelora Masyarakat Membangun (Gelombang). “ Kami dari pengelola pasar sudah melakukan upaya melalui surat tertulis secara resmi yang tujuannya menghimbau Kepada Instansi terkait untuk bisa menertibkan para pedagang di seberang pasar/ di luar pasar. Pertama ini keluhan dari pedagang yang resmi dari kami itu, dengan munculnya pedagang mobilan didepan pasar. Ke dua kegiatan pedagang mobilan tersebut akan membuat kesulitan bagi mobil pembeli untuk bisa parkir didepan pasar,” tuturnya.
Masih dikatakan Fahmi Kepala Pasar Tegalgubug, “ pedagang kita yang dari pedagang eceran terutama menengah ke bawah menjerit. Mereka para pedagang mobilan kalau benar mau berjualan di area Tegalgubuk, silahkan membeli tempat masuk ke dalam bukan memenuhi jalan sepanjang jalan itu. Pertama mengganggu aktifitas pembeli kami yang akan masuk ke dalam pasar, ke dua jalan akhirnya menjadi macet, ke tiga tidak ada PAD kepada kami sebagai Pengelola Pasar,” tandas Kepala Pasar.

Kepala Pasar meminta kepada instansi terkait seperti Sat Pol PP, Kecamatan, ataupun Dinas yang terkait baik Dishub ataupun Sat Lantas untuk memikirkan bersama sama solusinya .dan  mengingatkan jangan sampai itu dibiarkan karena nanti penjual mobilan bisa berjejer sampai Arjawinangun.
“ Mau sampai seperti apa sih, padahal kita masih punya lahan untuk berjualan di belakang,bisa untuk menampung para pedagang yang di depan pasar itu ke belakang bisa. Akan tetapi  dalam penegakan hukum/aturannya bagi pedagang yang berjualan di bahu jalan yang mengganggu lalulintas itu bukan ranah kami.  Kewenangan itu ada di Dishub Lantas dan Sat Pol PP. Tolong yang punya kepentingan harus peduli lah kepada masyarakat pedagang kecil kami yang telah patuh berjualan di dalam pasar,” tuturnya.

 

Fahmi sampaikan ada sekitar 10.000  pedagang yang menggantungkan hidupnya di tengah suasana pandemi dari berjualan, tapi kalau dalam penjualan pedagangnya sudah di handel di depan pasar bagaimana bisa pembelinya masuk ke dalam pasar.  Pihaknya mengajak kepada yang berkepentingan melalui media ini agar jangan hanya memikirkan keuntungan sesaat tapi pikirkan  kedepan bagaimana pedagang pedagang ini bisa ramai bisa mendapatkan suatu rezeki untuk menafkahi keluarganya.

Sementara itu, keberadaan kios di depan pasar di bahu/ sepadan jalan, bangunan resmi atau tidak, Fahmi merasa bukan kapasitas pengelola untuk bisa menjawab. Menurutnya Itu harus ditanyakan pada pemerintah setempat. Fahmi juga merasa keberadaan awal bisa munculnya para pedagang berjualan dibahu jalan tidak mengetahui. Situasi para pedagang yang berderet di depan pasar itu pada saat mudik akan sangat terasa kemacetannya meskipun saat ini pemerintah melarang mudik.

Pamungkas, Kepala Pasar H.Ismail Fahmi menyampaikan ,” kepada instansi terkait mari bekerjasama dalam mewujudkan pasar yang aman dan nyaman. Mudah-mudahan dengan kerjasama beberapa instansi untuk menertibkan  dapat sedikit menguraikan semua kemacetan yang seing terjadi di hari pasaran.”

(Endi)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos