Pakartine Eling Dening Ageman Tinetepe Iman, Paguyuban Pedati Cirebon Sinergis Paguyuban Hapus Riba

Cirebon Kota,TG.-Bergandengan tangan saling berkolaborasi dalam kegiatan halal bihalal Bambang Eko,Skc di kediaman Bp.Beni Candra  dan Ibu Herlina dari Paguyuban Hapus Riba  menyampaikan arah tujuan rencana dibentuknya Pedati Caruban selaku umahe wong Cirebon menjadi sebuah Paguyuban. Kultur,Adat,Budaya dan Bahasa akan menjadi ruh dari seluruh kegiatan nanti  di Paguyuban Pedati Caruban. Hal tersebut disampaikan ketika salah



Cirebon Kota,TG.-
Bergandengan tangan saling berkolaborasi dalam kegiatan halal bihalal Bambang Eko,Skc di kediaman Bp.Beni Candra  dan Ibu Herlina dari Paguyuban Hapus Riba  menyampaikan arah tujuan rencana dibentuknya Pedati Caruban selaku umahe wong Cirebon menjadi sebuah Paguyuban. Kultur,Adat,Budaya dan Bahasa akan menjadi ruh dari seluruh kegiatan nanti  di Paguyuban Pedati Caruban. Hal tersebut disampaikan ketika salah satu hadirin mempertanyakan arah rencana Paguyuban Pedati Caruban. “ secara singkat mungkin tujuan akhir dari perjalanan akhir umahe wong cirebon yaitu ingin mencoba mengembalikan 4 Pilar sebagai ruh perjalanan para pendahulu  yaitu tentang kultur,adat,budaya dan bahasa  ini sebagai ruhnya tapi kedepannya tentu ada program yang akan kita sinergiskan.” Tuturnya.
Ustad Ayip salah satu pemrakarsa rencana dibentuknya Paguyuban Pedati Cirebon dalam wawancara dengan tabloid Gelora Masyarakat Membangun mengatakan bahwa perjalanan arah membentuk wadah Paguyuban Pedati Cirebon itu dimulai sejak tahun 2004. ” Awalnya berangkat dari rasa prihatin mengingat menimbang konon sejarah Cirebon itu sangat luar biasa hebat dan menjadi barometer nusantara.Tapi dalam kenyataan sekarang kami banyak melihat kemunduran baik dipusat Pemerintahan Tradisional  yaitu berupa Keraton maupun di Pemerintahan Daerah yang tidak ada sinergi antara Keraton dan Kepala Daerah.Itulah yang menjadi alasan kami buat sebelumnya wadah  Dewan Nasional Cirebon.Kemudian dalam kurun waktu perjalanan bertemu dan mengenal Bambang Eko,Skc dan Asep terjadi dialog maka kami sepakat wadah itu dinamakan Pedati Caruban” tuturnya. Ia berharap dengan Pedati Caruban akan menjadi umahe wong Cirebon yang akan mewujudkan aspirasi masyarakat Cirebon terutama yang tergabung dalam wadah Paguyuban khususunya untuk melestarikan  Kultur,Adat,Budaya dan Bahasa bebasan wong Cirebon.
lebihlanjut Bambang Eko,SKC mengatakan Pedati Gede itu mengandung makna menurut istilah yang pernah disampaikan oleh P.Walang Sungsang Cakra Buana yaitu Pakartine Eling Dening Ageman Tinetepe Iman sing Gede.  Oleh karena itu wadah yang akan menjadi umahe wong Cerbon dinamakan Pedati Caruban.
“jangan sampai ilang bebasan, sebab jika sudah hilang berarti hilang sudah ciri jati diri wong Cerbon.” Tutur Bambang Eko,Skc.
Sementara itu tuan rumah dalam hal ini Bp.Beni Candra dan istri Ibu Herlina dari Paguyuban Hapus Riba mengatakan kepada tabloid Gelombang (Gelora Masyarakat Membangun) bahwa acara yang berlangsung saat itu diharapkan kedepan pemikiran dari Paguyuban Hapus Riba Jawa Barat bisa digunakan dan manfaat di Paguyuban Pedati Cirebon.” Mungkin sedikit diluruskan dari program Hapus Riba Jawa Barat bahwa Paguyuban Hapus Riba Jawa Barat buah-buah pikirannya itu kita implementasikan di Pedati Caruban.” Tutur Beni Candra. (Endi)

Gnews
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos