Monumen Nusantara Diresmikan di Bukit Maneungteung Waled

Monumen Nusantara Diresmikan di Bukit Maneungteung Waled

Cirebon Kabupaten,G.- Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Waled resmi meresmikan Monumen Nusantara di Bukit Maneungteung, Desa Waled Asem, Kamis 30 April 2026. Peresmian yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.30 WIB ini menjadi penanda baru destinasi wisata sejarah di ujung timur selatan Kabupaten Cirebon. Bukit Maneungteung, yang juga dikenal warga sebagai Bukit Azimut karena adanya tower repeater

Cirebon Kabupaten,G.-
Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Waled resmi meresmikan Monumen Nusantara di Bukit Maneungteung, Desa Waled Asem, Kamis 30 April 2026. Peresmian yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.30 WIB ini menjadi penanda baru destinasi wisata sejarah di ujung timur selatan Kabupaten Cirebon.

Bukit Maneungteung, yang juga dikenal warga sebagai Bukit Azimut karena adanya tower repeater milik kontraktor Azimut di atasnya, dipilih sebagai lokasi monumen karena nilai historisnya. Danramil Waled menyebut, bukit ini menjadi saksi perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang dipimpin Mahmud Fasha bersama para santri Nahdlatul Ulama.

Acara peresmian dihadiri Camat Waled, Danramil beserta jajaran, Kapolsek Waled beserta anggota, para kuwu se-Kecamatan Waled, tokoh agama Kyai Aang Mud, Paguyuban Dangiang Maneungteung selaku pengelola bukit, dan sejumlah awak media.

Dalam sambutannya, Camat Waled Atat Hartati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu mewujudkan monumen hingga bisa diresmikan. “Ini hasil gotong royong kita semua,” ujarnya.

Kapolsek Waled, Moch. Fadholi, baru mengetahui bahwa Monumen Nusantara merupakan akronim dari “NU Santri Tentara”. “Baru tahu ini monumen perjuangan NU, Santri, dan Tentara,” tuturnya.

Sementara itu, Kyai Aang mengajak hadirin untuk tidak ragu beramal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Ia juga memimpin doa untuk keberkahan monumen tersebut.

Ketua Paguyuban Dangiang Maneungteung mengapresiasi respons cepat Danramil Waled. “Baru di era kepemimpinan Danramil sekarang usulan kami direspon cepat dan jadilah monumen ini,” ucapnya.

Danramil Waled, Suprinadi mengaku baru kali ini bisa berkolaborasi membangun monumen sejarah di wilayah tugasnya. “Saya sebelumnya bertugas di kecamatan lain. Di sini saya bertemu pihak yang tahu sejarah bahwa bukit ini adalah tempat perjuangan Mahmud Fasha dan santri NU,” jelasnya.

Peresmian sempat diguyur hujan lebat, namun cepat reda. Suasana makin khidmat dengan iringan rekaman gamelan suling Parahyangan dari Paguyuban Dangiang.

Dengan berdirinya Monumen Nusantara, Bukit Maneungteung diharapkan menjadi destinasi wisata sejarah baru yang ramai dikunjungi. “Semoga monumen ini mengingatkan kita pada jasa para pejuang dan menarik wisatawan ke Waled,” kata salah satu panitia.
(Hendy)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos