Cirebon Kabupaten,G.- Statsiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Cirebon yang beralamat kantor di Jl. Cideng Raya No.236A, Kabupaten Cirebon,Jawa Barat saat ini berubah nama menjadi Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) Cirebon. Lembaga pemerintah di bawah naungan Kementrian Kelautan dan Perikanan yang berkantor di daerah ini, terbuka untuk akses publik

Cirebon Kabupaten,G.-
Statsiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Cirebon yang beralamat kantor di Jl. Cideng Raya No.236A, Kabupaten Cirebon,Jawa Barat saat ini berubah nama menjadi Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) Cirebon.
Lembaga pemerintah di bawah naungan Kementrian Kelautan dan Perikanan yang berkantor di daerah ini, terbuka untuk akses publik Kehadirannya di daerah memiliki peran sangat penting untuk kemajuan usaha masyarakat yang bergelut di dunia perikanan, selain lembaga yang mendampingi masyarakat dalam memastikan konsumsi ikan sehat.

Ditemui awak media Gelombang di Kantor Pegawai BP2MHKP Jl.Cideng Raya, salah seorang Bidang Pengendali Penyakit Ikan, Budi Santoso,A.Md menyampaikan aktipitasnya selaku pelayan masyarakat yang diposisikan sebagai Pengendali Hama Penyakit Ikan dan Karantina.
” Saya ada di Lab, saya juga di Pelayanan dan saya juga di Lapangan.” tutur Budi.
Menurut Budi Santoso, Cirebon cukup berpeluang dan prosfektif untuk menggeluti budi daya ikan atau berusaha di sektor perikanan. Hal ini karena pihaknya akan mendampingi kesuksesan para pengusaha dan pembudidaya ikan. Baik ikan Konsumsi, Ikan Olahan, maupun Ikan Hias. Termasuk dalam hal pemberian sertifikasi.
Khusus Ikan hias, Budi sampaikan bahwa di Cirebon meskipun tidak ada eksportir Ikan Hias, tapi Cirebon termasuk pemasok ikan hias. ” Di Cirebo sekitar 5 atsu 6 tahun lalu bisa menjual ikan hias, satu ekornya berharga 40 juta.” kata Budi Santoso.
terkait pembudi daya ikan hias di Cirebon budi mengaku tidak memiliki data valid. berapa jumlahnya. Nsmun demikian pembudi daya ikan hias di Cirebon beragam. Dari pembudidaya ikan hias Cupang, Dapi, Koi sampai Nila.
Sejauh usaha atau pembudidaya melakukan lintasan bisnisnya melalui BP2MHKP, akan terpantau. Apalagi di Lembaganya punya Kelebihan segala urusan pelayanan untuk sertifikasi dan karantina selama jalur usaha para pembudidaya itu melakukan lintasan domestik, itu gratis pembiayaan. Kecuali untuk Ekspor.
” Untuk pembiayaan sertifikasi untuk kirim ke luar Jawa, itu ubtuk saat ini gratis. Kita tidak memungut seoeserpun. Itu khusus untuk donestik, tuturnya.
Harapan Budi Santoso kepada pembudi daya atau pengusaha perikanan air tawar yang menyangkut bidangnya, agar tidak perlu takut untuk bersertifikasi di Lembaga BP2MHKP.
” Pembudidaya ikan hias air tawar, saya berharap untuk tidak takut kepada kami. Jangan berasumsi nengurus sertifikat itu susah, ribet dsb. Tapi kita akan mempermudah mereka, ” pungkas Budi Santoso.
(Hendy)






