Cirebon Kabupaten,G.- Desa Keraton mekar dari Desa Surakarta. Keduanya merupakan wilayah Surantako. Menurut sumber, daerah ini memiliki Tokoh sejarah era Mataram ketika Pasukan Sultan Agung Gagal mengusir VOC dari Batavia, salah satu Srikandi Mataram tidak sampai Pulang ke Keraton Mataram, melainkan singgah di desa ini kemudian menetap sampai mendiangnya. Srikandi Mataram itu bernama Nyi

Cirebon Kabupaten,G.-
Desa Keraton mekar dari Desa Surakarta. Keduanya merupakan wilayah Surantako. Menurut sumber, daerah ini memiliki Tokoh sejarah era Mataram ketika Pasukan Sultan Agung Gagal mengusir VOC dari Batavia, salah satu Srikandi Mataram tidak sampai Pulang ke Keraton Mataram, melainkan singgah di desa ini kemudian menetap sampai mendiangnya.
Srikandi Mataram itu bernama Nyi Arum Sari. Pendiri wilayah Surantaka, termasuk Desa Keraton. Telah ratusan tahun sejak meninggalnya, masyarakat dan keturunannya menghormati dan mendoakan. Bahkan ketika menjelang warga masyarakat hendak melakukan awal musim tanam padi.

Seperti saat moment kegiatan hari ini, Sabtu (30/11/2024), sejak pagi sekira jam 6.00 s d selesai siang hari, kunjungan ke petilasan leluhur masyarakat Desa Keraton sangat antusias. Hal ini pertanda para pemangku adat Desa Keraton beserta masyarakatnya guyub dalam menjaga serta melestarikan adat budaya sejarah ke aripan lokal.
Ditemui usai melaksanakan giat budaya ngunjung sedekah bumi, di ruang kantor balai Pakuwuan Desa Keraton, Jl. Sunan Gunungjati, Kuwu Muali yang juga selaku Ketua Forum Komunikasi Kuwu se-Kabupaten Cirebon, kepada beberapa awak media yang meliput menyampaikan keterangannya terkait giat hari ini.
“Ngunjung sedekah bumi adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun didesa keraton, dengan tujuan mencari keberkahan supaya petani subur. Pedagang juga dapat keuntungan yang lebih. Semua profesi didoakan, mudah mudahan banyak barokah rezekinya lancar,” tutur muali

Menurut muali kegiatan tahun sekarang awal dilakanakan pada waktu hari kamis, kemaren tangal 28 November 2024. Kegiatannya seluruh aparatur desa, beserta para ulama dan masyarakat berjiarah ke makan Raden Sulaeman, ki Lomaju di Desa Pegagan Lor. Karena di desa tersebut merupakan bagian dari leluhur desa Keraton.

Setelah itu, dilanjut malam tanggal 29 November 2024 berdoa bersama di makbaroh Nyi Mas Arum Sari, dan dilanjutka Pengajian Umum yang dihadiri oleh seluruh warga masyarakat yang berdoa bersama, menyadari bahwa sebagai warga masyarakat mempunyai kewajiban untuk meneruskan perjuangan para leluhur dan para suhada. Terakhir di tanggal 30 November 2024 melaksanakan kegiatan seperti sekarang ini yaitu Ngiring Nasi Panjang.
” Nasi panjang itu nantinya akan dimakan oleh seluruh warga masyarakat. Intinya supaya panjang umur, supaya rezekinya juga selalu dipanjangkan, dan semua apapun juga yang berhubungan dengan kegiatan ini. Intinya untuk kemaslahatan, keselamatan desa Keraton. Kemudian malamnya dilanjut dengan kegiatan seni dan budaya pagelaran wayang kulit.” Tutur Muali.
Muali juga mempersilahkan kepada seluruh masyakat untuk menikmati kegiatan ngunjung sedekah bumi yang diadakan di desa Keraton. Hadir di acara tersebut selain warga masyarakat sekitar, Kuwu beserta jajarannya, Camat Suranenggala, Kapolsek dan Danramil Suranenggala, yang mewakili.
(Hendy)











