Tasikmalaya,G.- Innalilahi wainaillaihi rojiun sepakbola Indonesia berduka 127 penonton dan dua polisi tewas terinjak injak dan 80 lain masih dalam perawatan di berbagai RS di kota Malang. Kerusuhan yang dipicu oleh kekalahan Arema FC versus Persibaya itu dengan skor 2-3. Begitu peluit wasit mengakhiri pertandingan, penonton merangsek memasuki lapangan. Sekitar 2.000 an Polisi yang dipersiapkan

Tasikmalaya,G.-
Innalilahi wainaillaihi rojiun sepakbola Indonesia berduka 127 penonton dan dua polisi tewas terinjak injak dan 80 lain masih dalam perawatan di berbagai RS di kota Malang. Kerusuhan yang dipicu oleh kekalahan Arema FC versus Persibaya itu dengan skor 2-3.
Begitu peluit wasit mengakhiri pertandingan, penonton merangsek memasuki lapangan. Sekitar 2.000 an Polisi yang dipersiapkan tampaknya tak mampu mengendalikan puluhan ribu penonton yang terus merangsek ke lapangan stadion Kanjuruhan itu.

Suasana panik justru terjadi ketika Polisi menembakkan gas air mata dengan harapan massa yang mulai brutal saat itu mundur. Namun berdasarkan keterangan yang dihimpun Tim GelombangNews akibat tembakkan gas air mata itu terjadi kepanikan semakin mencekam. Massa buyar dan berlarian ke segala arah.
Disitulah terjadi banyak massa yang mengalami sesak napas, berjatuhan dan terinjak injak. suasana menjadi kacau tak terkendali, sementara rintihan teriakan dan tangisan mewarnai dalam kerusuhan itu.

Lebih dari satu jam suasana semakin panas terlebih sekitar 13 mobil dibakar massa Aremania. Tercatat sementara di akhir 127 aremania tewas, 2 polisi juga tewas dan 80 orang masih dirawat di berbagai RS Malang. Keadaan semakin mencekam seluruh penonton seperti terkurung di Stadion, mereka berdesakan untuk berusaha keluar stadion.
Sebenarnya pertandingan ke dua kesebelasan itu sangat menarik dan sangat layak ditonton. Mereka saling menyerang dengan penuh semangat. Skor saling susul menyusul sampai akhirnys terjadi angka draw,2-2.
Namun di menit-menit akhir si moncer Marselino dari Persibaya di kotak pinalti tak terbendung mampu menceploskan bola ke gawang Arema FC. Inilah sebenarnya “pemicu” sakit hati aremania.

Saat ini polisi masih mencari penyebab terjadinya kerusuhan terbesar yang dialami di ajang sepak bola paling bergengsi , Liga 1 Indonesia tersebut. PSSI untuk sementara menghentikan Liga 1 Indonesia dalam se minggu ini.
Begitu pula pertandingan Persib versus Persija, terancam dibatalkan gegara kerusuhan di Malang itu.Pertandingan antara “musuh bebuyutan” Persib-Persija yang direncanakan Minggu petang ini di stadion GBLA Bandung,memiliki tensi tinggi selain memiliki aroma adu gengsi.
(Saepuloh)




