Dugaan Kuat Pembagian BLT Dana Desa di Desa Cibentang Untuk Bansos Covid-19 Menyimpang Dari Aturan Pemerintah Pusat.

Dugaan Kuat Pembagian BLT Dana Desa di Desa Cibentang Untuk Bansos Covid-19 Menyimpang Dari Aturan Pemerintah Pusat.

  Brebes,G.- Pemerintah Melalui Komisi Pemberantasan Korupsi mengancam menuntut pelaku korupsi anggaran penanganan pandemi virus corona (Covid-19) dengan hukuman mati. Hal tersebut sebagaimana dikatakan Ketua KPK Firli Bahuri pada media nasional,” Ini tidak main-main. Ini saya minta betul nanti kalau ada yang tertangkap, saya minta diancam hukuman mati. Bahkan dieksekusi hukuman mati,” kata Firli kepada

 

Brebes,G.-

Pemerintah Melalui Komisi Pemberantasan Korupsi mengancam menuntut pelaku korupsi anggaran penanganan pandemi virus corona (Covid-19) dengan hukuman mati. Hal tersebut sebagaimana dikatakan Ketua KPK Firli Bahuri pada media nasional,” Ini tidak main-main. Ini saya minta betul nanti kalau ada yang tertangkap, saya minta diancam hukuman mati. Bahkan dieksekusi hukuman mati,” kata Firli kepada CNNIndonesia.com, di Gedung Transmedia,Jakarta,Rabu (29/7/2020).

Pemegang peran di lapangan terkait Dana-dana didalam rangka penanggulangan bencana seperti pandemi covid-19 mesti hati-hati cermat dan amanah. Untuk terlaksananya amanat pemerintah terkait bantuan-bencana tersebut, seluruh elemen masyarakat tidak ada larangan untuk ikut mengawasi termasuk pada pembagian BLT Dana Desa diantaranya. Hal ini seperti diamanatkan termasuk juga oleh PP 45 th.2017. Masyarakat perorangan boleh mengawasi,apalagi lembaga atau media sebagai pilar ke empat pembangunan nasional. Oleh karena itu segala upaya/ intimidasi yang dilakukan untuk melemahkan fungsi pengawasan maupun fungsi kontrol Sosial…bisa di usut dan diadukan secara hukum kepada yang kompeten dan terkait.

Adanya dugaan tidak beresnya pembagian Bansos BLT Dana Desa di kedua dukuh desa Cibentang yang terpencil di Kabupaten Brebes yaitu dukuh Cibentang dan dukuh Ciawi yang memunculkan keluhan banyak warga masyarakat, ditelusuri kemudian oleh beberapa awak media Tabloid GelombangNews.com.
Dari hasil penelusuran ke lokasi para awak media menemukan keinginan warga masyarakat yang berharap sangat adanya Keterbukaan atau transparasi Dana Bansos yang digulirkan dari pemerintah desa kepada mereka.

Dari hasil penelusuran, awak media gelombangnews.com didapat keterangan dari warga. ““ Contoh untuk BLT Dana Desa ada ketimpangan antara dukuh Cibentang dan dukuh Ciawi. Dukuh Cibentang mendapatkan Rp. 370.000,-(Tiga ratus tujuh puluh ribu rupiah) per rumah selama tiga bulan berturut-turut, sedangkan dukuh Ciawi tahap pertama mendapatkan Rp. 325.000,-(tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah) per rumah, tahap kedua Rp. 170.000,-ditambah bikisan sembako, pembagian tahap ke tiga Rp. 170.000,-dengan sistem pembagian yang diantar kerumah masing masing melalui Kepala Dusun” ucap warga masyarakat dukuh Ciawi kepada para wartawan tabloid GelombangNews.com (7/7/2020).
Saat ditanyakan jenis bantuan apa dan dari mana saja warga masyarakat dukuh Ciawi dan Cibentang tidak tahu. Semestinya warga masyarakat mengetahui progra-program bantuan pemerintah.

Salah satu nara sumber dari warga masyarakat dukuh Cibentang juga menyatakan tidak berani memberikan Informasi karena ketakutan adanya oknum preman yang melindungi Pemeritah Desa Cibentang.

Pembagian dengan nominal seperti di kedua dukuh tersebut, diduga kuat sangat menyimpang dengan aturan yang dibuat pemerintah. Dana BANSOS yang ditetapkan untuk bantuan COVID-19 bagi masyarakat miskin telah ditetapkan malalui KEPRES dan langsung oleh Ir.Joko Widodo, nilainya tidak seperti di kedua dukuh tersebut.

Hasil investigasi/ penelusuran awak media tabloidgelombangnews.com di warga penerima bantuan, beberapa hari kemudian dikonfirmasikan kepada pihak Desa Cibentang. Namun sayangnya pihak Kepala Desa belum bisa diwawancara/ dikonfirmasi. Dari keterangan Sekretaris Desa Cibentang, Carsam beliau mengatakan bahwa Dana Bantuan COVID -19 yang disalurkan dari Dana Desa adalah 35% dari Anggaran Dana Desa tahun 2020 sebesar Rp 2,148 Miliyar.Jika di rupiah-kan Rp751.800.000,- (tujuh ratus lima puluh satu juta delapan ratus ribu rupiah) dibagi tiga bulan berturut-turut (Rp. 250.000.000,-Per bulan). Dari hasil kesepakatan MUSDESSUS tahap awal gagal kesepakatan karena banyak masyarakat yang berharap mendapatkan bantuan. Akhirnya
dilakukan MUSDESSUS kedua yang dihadiri Tokoh masyarakat, LPM/BPD,SEKDES,BABINSA dan Kepala Desa berhalangan hadir saat itu. Disepakatilah dibagikan menurut kesepakatan 811 rumah yang berhak mendapatkan,” terang Carsam di rumahnya kepada awak media tabloidgelombangnews.com.

Selasa, 28/7/2020 melalui audensi untuk klarifikasi awak media tabloidgelombangnews.com bertemu Kepala Desa Cibentang. Kepala Desa Cibentang menjawab pertanyaan dari para wartawan tabloid GelombangNews.com, ”.. tidak mendapatkan bantuan sosial terkait COVID-19 dari Pemeritah Kabupaten dan Pemeritah Propinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
(Andri/Masruin/Taufik/Nakma )

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos