Kasi adalah seorang TKW yang menurut sumber diberangkatkan ilegal ke Malaysia. Orang tua Kasi yang beralamat di desa Sarabau meminta kepada LSM APTKI & HAM untuk memulangkan Kasi dari Malaysia yang telah bekerja selama 3 tahun . Fasalnya orang tuanya kesal karena merasa saat itu Kasi sudah tidak ada kontak lagi dengannya. Menurut sumber Kasi
Kasi adalah seorang TKW yang menurut sumber diberangkatkan ilegal ke Malaysia. Orang tua Kasi yang beralamat di desa Sarabau meminta kepada LSM APTKI & HAM untuk memulangkan Kasi dari Malaysia yang telah bekerja selama 3 tahun . Fasalnya orang tuanya kesal karena merasa saat itu Kasi sudah tidak ada kontak lagi dengannya. Menurut sumber Kasi baru mengirim uang dari Malaysia lewat sponsornya yang bernama Nurjana baru tiga kiriman dengan nilai total 7 juta selama tiga tahun itu.
Setelah mendapat surat kuasa dari pihak keluarga Kasi, tim dari LSM APTKI & HAM bertemu dengan Nurjana dan meminta Nurjana mempertanggungjawabkan perihal Kasi yang diminta orang tuanya untuk kembali ke Tanah Air. Hasil pertemuan dengan Nurjana tim dari APTKI & HAM mendapatkan
Berkat Upaya dari Tim LSM APTKI & HAM Nurjana minta waktu memulangkan Kasi sampai bulan Maret 2016. Setelah terus menerus sponsor Nurjana didesak oleh tim dari APTKI & HAM, sebelum akhir bulan Maret Kasi TKW asal desa Sarabau berhasil dipulangkan sampai di kampung halaman. Setelah tiba kembali dikampung halaman, menurut keterangan pihak kedua orang tuanya, Kasi hanya mendapatkan gaji sebesar 20 juta rupiah jauh dari nilai 700 ringgit selamat tiga tahun bekerja. Hal tersebut membuat tim dari LSM APTKI & HAM mempertanyakan kepada sponsor Nurjana. Akan tetapi pihak sponsor Nurjana selalu tidak ada di tempat. Menurut sumber dari tim LSM APTKI & HAM DPD Cirebon mengatakan kepada media ini, “pihak sponsor yang bernama Nurjana dkk harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah memberangkatkan TKW Kasi tanpa rekom dan diduga telah menggelapkan sisa gaji kasi,jika merunut penyampaian pihak kedua orang tuanya yang mengatakan Kasi membawa uang dari malasyia 20 juta saja.” tutur nya.










Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *