Cirebon Kabupaten,G.- Warga desa Wanasaba Kidul berdemo kembali dengan membawa keranda. Mensimbolkan matinya unsur pemerintahan desa yang korup dalam berbagai bidang. Seruan demo dilakukan warga baik bapak-bapak, Ibu-ibu, para pemuda-pemudi, juga tokoh masyarakat turut dalam aksi damai. dengan tuntutan mundurnya Kepala Desa, juga Sekretaris desa yang diindikasikan persekongkolan dalam memanipulasi data serapan anggaran selama menjabat

Cirebon Kabupaten,G.-
Warga desa Wanasaba Kidul berdemo kembali dengan membawa keranda. Mensimbolkan matinya unsur pemerintahan desa yang korup dalam berbagai bidang.

Seruan demo dilakukan warga baik bapak-bapak, Ibu-ibu, para pemuda-pemudi, juga tokoh masyarakat turut dalam aksi damai. dengan tuntutan mundurnya Kepala Desa, juga Sekretaris desa yang diindikasikan persekongkolan dalam memanipulasi data serapan anggaran selama menjabat sejak tahun 2022 s/d 2024. Selain itu mengangkat kasus terbaru perihal pemalsuan Berita Acara produk hukum dari BPD. Dalam kaitan ini ada pihak warga yang mengaku telah bertanya langsung kepada Ketua BPD bahwa Ketua BPD mengaku tidak merasa nandatangan yang seperti itu. Ketua BPD pun merasa bahwa berkas yang ia tandatangan, ada yang bukan seperti waktu itu Dia tandatangani.

Menurut Masto Argandhi selaku Jubir PWCR (Paguyuban Wartawan Cirebon Raya): dalam menyikapi demo kali ini, memang hak warga untuk menyampaikan Aspirasi namun alangkah baiknya disampaikan tidak lewat demo melainkan Audiensi. Akan tetapi tampaknya, Kepala Desa beserta Sekretaris desa kurang mengakomodir dalam hal Audiensi.
Hal tersebut terbukti beberapa kali permohonan Audiensi warga, sering tidak ditemui. ” Begitupun dengan Demo hari ini tidak diberi ruang untuk Diskusi dalam hal menyampaikan Aspirasi warga.
Kepala desa dan Sekretaris tidak berada di Desa,” tuturnya.

Mas8h kata Masto. ” Demo ini digelar dikarenakan adanya bukti baru perihal pemalsuan Berita acara yang diterbitkan BPD dilakukan oleh Kepala Desa bersama Sekretaris Desa. Oleh karena adanya hal tersebut, kami warga akan melaporkan ke pihak APH ( Aparat Penegak Hukum). dan minta kepada APH untuk menindak tegas dan cepat terhadap pelaku.Hal ini seperti disampaikan Endi Ketua Aliansi warga desa Wanasaba Kidul.”
Sementara utu usai demo, masih di area balai desa Wanasaba Kidul. Endi orator demo mengatakan, ” tuntutan demo ini adalah Mendesak BPD melakukan MUSDES sesegera mungkin dengan berharap hasil dari MUSDES keputusan yang membuat diberhentikannya Kepala Desa beserta dengan Sekretaris Desa-nya.”ujar Endi.

“Perihal demo yang ke 2 ini,
Kepala Desa dengan Sekretaris Desa-nya serta seluruh perangkat desa tidak ada yg bersedia menemui para pendemo, ” pungkas Endi.
(Hendy)


