Debat Pilgub Jabar ke-2 Berjalan lancar, Sesaat Riuh Kecewa Layar Nobar Sinyal Lemod

Debat Pilgub Jabar ke-2 Berjalan lancar, Sesaat Riuh Kecewa Layar Nobar Sinyal Lemod

  Cirebon Kabupaten,G.- Debat publik, Pilgub di Cirebon Paslon no Urut 4 Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan menyampaikan dan menjawab selalu berangkat berdasarkan kerangka dan pendekatan alam serta pesan kearipan lokal. Di debat ke-2 ini sumber menyampaikan semakin memantapkan pandangan bahwa Paslon no urut 4 merupakan Paslon yang memiliki rating tertinggi mendapatkan simpati Masyarakat Jawa

 

Cirebon Kabupaten,G.-

Debat publik, Pilgub di Cirebon Paslon no Urut 4 Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan menyampaikan dan menjawab selalu berangkat berdasarkan kerangka dan pendekatan alam serta pesan kearipan lokal.

Di debat ke-2 ini sumber menyampaikan semakin memantapkan pandangan bahwa Paslon no urut 4 merupakan Paslon yang memiliki rating tertinggi mendapatkan simpati Masyarakat Jawa Barat.

Sementara itu, paslon no urut 3 dengan calon Gubernur Ahmad Saikhu dan Ilham Habibie, dalam penyampaian dan penanggapannya lebih kepada Pentingnya SDM yang Islami, serta SDM yang menguasai Teknologi untuk membangun serta mengembangkan Jawa Barat yang maju, sejahtera dan bahagia.

Pasangan no urut 02 Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja menyampaikan pemahaman perihal Keberagaman Wilayah Cirebon bahwa
Awalnya Cirebon itu berasal dari Caruban alias Campuran. Campuran yang berarti di wilayah ini bukan satu suku saja yang mendiami, tapi berbagai etnis. Selain Suku Sunda, terdapat juga suku Jawa, juga tempat kediamannya suku Arab dan China.

Mereka merasa memiliki karena leluhurnya mendiami wilayah ini ratusan tahun lamanya. Sumber mengatakan, memang benar awalnya wilayah ini termasuk Wilayah Galuh Pakuwuan. Tataran yang berbahasa Sunda Wiwitan.

Namun ketika Trah Galuh Pakuwuan yang bernama Sunan Gunung Jati menggandeng seluruh Kerabat Gajahmada yang menggunakan bahasa Isun/ Sira untuk menaklukan Majapahit. Akhirnya banyak pembesar dan rakyat Gajahmada yang berbahasa Sira/ Isun menjadi pengikut Sunan Gunungjati dan banyak tinggal di wilayah Cirebon.Sejak saat itu mulai bercampurnya bahasa dan menjadi bahasa Jawa Cirebon saat ini, selain bahasa Sunda Cirebon. Bahasa Sira Isun terkonfirmasi pada kitab pararathon bahasa yang digunakan Patih Majapahit, Gajahmada.

Paslon no urut 01 yaitu Acep Adang Ruhiyat – Gitalis Dwi Natarina menyampaikan lebih kepada Kwalitas yang perlu ditampilkan saat penyajian wisata kuliner maupun wisata sejarah dalam rangka menuju Jawa Barat maju sejahtera bahagia.

Sumber menyampaikan, ketika dunia harus mengakui keberadaan Salaka Nagara sebagai kerajaan pertama tertua di Nusantara, yang berlanjut pada Taruma Nagara, Galuh dan Pajajaran adalah sajarah bukan legenda. Maka dunia pun harus adil mengakui dengan ikhlas adanya Kerajaan Indraprastha dan kerajaan lainnya di Cirebon.

Akan tetapi Jika tidak, atau mengesampingkan,  berarti terputus hanya dongeng, karena faktanya Kerajaan di Jawa Barat yang terlihat nyata ada di Cirebon. Selain itu Wangsakerta yang menggambarkan jelas Kerajaan tersebut, bahkan seluruh nusantara ( rajya-rajya ing bhumi Nusantara).

Tema Debat yang disebut oleh Ketua KPUD Provinsi Jawa Barat Ummi Wahyuni, yaitu Budaya inovatif untuk Jawa Barat Gemah Ripah Repeh Rapih. Hal ini dimaksud agar tidak melebar ke mana-mana. Adapun acara
Berlansung lancar dari awal sampai akhir. Bertempat di Hotel Patra Cirebon, Jl.Tuparev no 11, Kecamatan Kedawung,Kabupaten Cirebon,Jawa Barat. Berlangsung, Sabtu (16/11/2024) sejak 20.00 s d selesai sekira 23.30. Akan tetapi, diawal acara  ada sedikit kecewa bagi penonton layar nobar, diluar gedung karena sinyal yang tidak stabil atau lemod pada tayangan pilkada Jabar ke-2.

(Hendy)

 

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos