Bupati Karna : 5 Tahun Pimpin Majalengka, Meski Diterpa Pandemi Covid, Indeks Kebahagiaan Masyarakat Meningkat

Bupati Karna : 5 Tahun Pimpin Majalengka, Meski Diterpa Pandemi Covid, Indeks Kebahagiaan Masyarakat Meningkat

Majalengka, G.- Bupati Majalengka Karna Sobahi dan Wakilnya Tarsono D. Mardiana dibilang sukses memimpin Kabupaten Majalengka pada lima tahun ini, pasalnya meski 2,5 tahun diterpa Pandemi Covid 19, akan tetapi banyak program kerakyatan dilaksanakan. Karna Sobahi dan Tarsono D. Mardiana resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Majalengka pada tanggal 19 Desember 2018 untuk periode

Majalengka, G.-
Bupati Majalengka Karna Sobahi dan Wakilnya Tarsono D. Mardiana dibilang sukses memimpin Kabupaten Majalengka pada lima tahun ini, pasalnya meski 2,5 tahun diterpa Pandemi Covid 19, akan tetapi banyak program kerakyatan dilaksanakan.

Karna Sobahi dan Tarsono D. Mardiana resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Majalengka pada tanggal 19 Desember 2018 untuk periode 2018-2023 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dari PDI Perjuangan.

“Dalam 5 tahun kepemimpinan saya sebagai bupati Majalengka selama 2,5 tahun dihabiskan untuk mengurus covid-19, menghabiskan anggaran untuk pandemi covid-19., sebanyak 1,2 trilyun dari APBD digunakan untuk mengurus covid-19, ” papar Bupati Karna di acara Launcing RSUD Talaga, Sabtu (14/10/23)

Selanjutnya, ada 13.200 rakyat Majalengka yang terpapar covid di 26 kecamatan di 330 desa dan 13 kelurahan, termasuk Bupati dan Wakil Bupati. Banyak masyarakat dirawat di Rumah Sakit, dirawat di Puskesmas, isolasi di rumah, dan yang meninggal dunia ada 920 orang, dari sekian orang yang meninggal tersebut ada yang meninggalkan anak yatim piatu sebanyak 320 orang. Ayah ibunya meninggal karena covid sebanyak 120 orang yatim piatu, 200 orang ada ibunya saja dan ada bapak nya saja.

“Ini tentu menjadi tanggung jawab pemerintah, oleh karena itu kita sudah mengusulkan ke Kementerian Sosial untuk diberi beasiswa, dan Baznas sudah memfasilitasi untuk beasiswa anak yatim, ” terangnya.

Masih kata Bupati, walaupun 2,5 tahun anggaran APBD dihabisi untuk pandemi covid-19, akan tetapi pembangunan yang merupakan hak rakyat tidak berkurang.
Ada yang berkurang, contoh saya berniat membangun RS Talaga, 350 milyar hanya terwujud 120 milyar, ada anggaran untuk membangun pusat budaya di Cibatu 15 milyar tidak jadi, tapi itu tidak menjadi prioritas. Ada anggaran untuk membangun Rumah Ramah Anak di Panyingkiran 7 miliar tidak jadi tapi juga tidak prioritas. Kemudian ada anggaran untuk membangun alun alun Jatiwangi sebesar hampir 15 miliar tidak jadi tapi itu juga tidak prioritas.

“Tetapi yang namanya irigasi, jalan, jembatan, rumah tidak layak huni tetap berjalan. Dari 1,2 trilyun, hampir 700 juta itu digunakan untuk bansos ke rakyat, ada yang 500 rb enam bulan, ada yang 600 ribu empat bulan, ada yang 300 ribu setahun, itu semuanya untuk rakyat, ” tandasnya.

Oleh karena itu saya bersyukur, pertama bisa melewati ujian yang sangat berat, Pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Majalengka kita peruntukkan untuk rakyat, saya tidak ingin Majalengka disebut kota pensiun, disebut kota sepi, sekarang sudah luar biasa banyak orang luar kabupaten datang ke Majalengka, lihat Taman Sejarah, lihat Bunderan Munjul, jajan di kuliner, sky walk GGM Dan alhamdulillah tahun inu berkat bantuan Pak jaksa Agung,, Menteri BUMN dan Pak TB Hasanudin, kita dapat anugerah bantuan 75 milyar dilaksanakan pembangunan Gedung GGM, berkat proposal yamg saya ajukan, ” ujar Bupati.

Kemudian, sambung dia, kita perbaiki alun alun Majalengka bahkan banyak dari luar kabupaten Majalengka dan juga digunakan one day one juz. Kemudian ada Taman Bagja Raharja, bekas kantor Polres dulu, hampir 3 tahun tempat “jin ulin sekarang tempat manusia ulin” (bermain jIn sekarang bermain manusia) di sana, ada kuliner, ada mesjid unik di sana, ada gedung creatif center di pujasera.

“Apa maksudnya saya memetakan Majalengka? Orang Majalengka dulu ingin lihat air mancur harus ke Kuningan, ingin jajan kuliner harus ke Cirebon.
Saya coba angkat derajat Majalengka dalam lima tahun ini alhamdulillah jalan jalan ke selatan sudah dibeton, ke utara di beton semuanya, jalan menuju desa, irigasi dan akhir tahun ini saya menuliskan angka pada APBD sebesar 74 milyar untuk apa?

Akan diberikan kepada kepala desa dan lurah untuk bersama rakyat membangun infrastruktur dikelola sendiri silahkan mau buat irigasi, jalan usaha tani, mau buat lapangan sepakbola, asal rakyat digunakan bekerja, padat karya. Sehari upahnya 100 rb, paling tidak 300-400 rakyat harus bergerak di bulan November melaksanakan program padat karya sekaligus mengakhiri jabatan saya. “Ini menunjukkan bahwa kita butuh pemberdayaan, butuh kebersamaan, rakyat bergerak dipimpin oleh Kepala desa nant, ” tandas Bupati.

Ditambahkannya, kemudian di tahun 2024, saya sudah menganggarkan akan diberikan 330 motor untuk 330 kepala desa, seharga 30 juta per satu motor.

“Saya bersyukur bahwa kondusifitas Majalengka aman dan nyaman. Indeks kebahagiaan masyarakat Majalengka naik menggembirakan, karena ruang publik yang bisa digunakan untuk olahraga, untuk selvi, untuk kumpul ngobrol, kuliner. Ini menunjukkan bahwa Majalengka dari data BPS, tidak lagi terbuncit di Jawa Barat, IPM kita bagus, LP kita bagus. Saya mengucapkan terimakasih kepada rakyat yang sudah sama sama membangun Majalengka. (eka)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos