Wates,G. – Badan Otorita Borobudur (BOB) lakukan audiensi bersama Bupati Kulon Progo beserta OPD terkait dalam rangka membahas rencana pengembangan pembangunan Zona Otorita Borobudur di ruang rapat Menoreh, kompleks, Pemkab Kulon Progo, Jum’at (18/9/2020). BOB mengelola kawasan otorita seluas 309 hektare (ha) di perbukitan Menoreh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang terdiri dari lima zona yakni

Wates,G. –
Badan Otorita Borobudur (BOB) lakukan audiensi bersama Bupati Kulon Progo beserta OPD terkait dalam rangka membahas rencana pengembangan pembangunan Zona Otorita Borobudur di ruang rapat Menoreh, kompleks, Pemkab Kulon Progo, Jum’at (18/9/2020).
BOB mengelola kawasan otorita seluas 309 hektare (ha) di perbukitan Menoreh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang terdiri dari lima zona yakni zona resort ekslusif, zona gerbang masuk, zona petualangan, zona budaya, dan zona ekstrim.
Pembangunan kawasan di Zona Otoritatif Borobudur oleh BOB akan dimulai awal 2021 dan ditargetkan selesai pada 2024.
Pembangunan tersebut meliputi infrastruktur dasar seperti jalur jalan, air, listrik, telekomunikasi, jembatan, hingga bangunan pendukung sebagai daya dukung kawasan.
Terdapat tiga tema dalam pengembangan kawasan ini, yaitu wisata ramah lingkungan (ecoutourism), wisata budaya (cultural tourism), dan wisata petualangan (adventure), yang kemudian dikembangkan dengan mengacu pada tiga pilar utama yaitu Atraksi – Amenitas – Aksesbilitas.
Direktur utama BOB, Indah Juanita menuturkan setelah menyelesaikan Master Plan, pihaknya melakukan koordinasi bersama Pemkab Kulon Progo untuk bisa mengetahui rencana induk petunjuk pembangunan karena Master Plan berfungsi sebagai alat kontrol juga memberikan arahan terkait pembangunan yang lebih akurat serta optimalisasi sumber daya secara efisien.
“Sebelumnya kami pernah berkunjung tetapi belum ada master plan, karena sudah menyelesaikan master plan, kami melakukan audiensi bersama Bupati dan jajarannya sehingga kita bisa tahu apa saja yang akan dibuat di dalamnya lalu bagaimana kita bisa melakukan sinergi baik dengan Kulon Progo, Purworejo maupun Magelang, karena lokasinya ada di Purworejo tetapi jalur masuknya dari Kulonprogo dan Purworejo,” tutur Indah.
Lanjutnya, masyarakat akan menjadi bagian dari suplai tenaga kerja saat pembangunan fisik hingga masa beroperasinya kawasan itu sehingga bisa menjadi tujuan wisata yang ramai. Jika terkelola dengan baik, peluang akan hadir bagi warga dari sisi tenaga kerja maupun kemanfaatan lainnya.
“Ini salah satu tugas BOB yang tentu butuh sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya agar maksud dan tujuan bisa tercapai bersama,” tutur Indah
Indah berharap dengan Master Plan ini dapat mendorong terwujudnya kawasan Borobudur Highland sebagai kawasan wisata kelas internasional yang berkelanjutan, edukatif, dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat di sekitar kawasan.
BOB saat ini sudah mengembangkan program Glamourous Camping (GLamping) De Loano di kawasan perbatasan Purworejo-Kulon Progo yang akan menjadi etalase pariwisata untuk mengundang investor. Selanjutnya, akan dikembangkan lagi glamping lain dan compound dengan kegiatan yang lebih menarik di sana.
Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo mengatakan pemerintah menyambut baik dan siap mendukung adanya program-program pengembangan Borobudur terutama di kawasan perbukitan menoreh. Menurutnya, ini akan menambah daya tarik wisata di Kulon Progo.
“Pemda Kulon Progo siap mendukung program tersebut untuk dilaksanakan demi kemajuan wilayah Kulon Progo terutama di wilayah Samigaluh yang langsung terhubung dengan kawasan Borobudur,” ujar Sutedjo.
Sutedjo menambahkan, dari hasil pengembangan kawasan tersebut masyarakat akan mendapat kesempatan untuk bisa ikut berkiprah dalam layanan-layanan pariwisata dengan menawarkan hasil produk-produk mereka.
Adanya kawasan ini diharapkan menjadi penggerak wilayah, sekaligus menjadi destinasi wisata baru yang melengkapi keberadaan Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.
Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Bappeda Kulon Progo, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kepala Dinas Tata Ruang Kulon Progo.
MC Kulon Progo/Fira/Novi.





Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *