MAJALENGKA, Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) dari program Kemendikbud RI sumber anggaran APBN di Kabupaten Majalengka disambut gembira oleh semua kalangan, baik oleh pemerintah daerah (Dinas Pendidikan, guru, komite bahkan orang tua murid) untuk memberikan kenyamanan saat kegiatan belajar mengajar. Komisi III DPRD Majalengka telah melakukan kunjungan lapangan dan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat progres pembangunan

MAJALENGKA,
Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) dari program Kemendikbud RI sumber anggaran APBN di Kabupaten Majalengka disambut gembira oleh semua kalangan, baik oleh pemerintah daerah (Dinas Pendidikan, guru, komite bahkan orang tua murid) untuk memberikan kenyamanan saat kegiatan belajar mengajar.
Komisi III DPRD Majalengka telah melakukan kunjungan lapangan dan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat progres pembangunan rehabilitasi sekolah di Kabupaten Majalengka diantaranya berkunjung ke SD Negeri 1 Jatipamor dan SD Negeri 2 Balida.

Dikatakan Ketua Komisi IIi DPRd Majalengka, Iing Misbahuddin bahwa dari hasil teknis di lapangan, Komisi III menemukan sejumlah catatan penting di SD Negeri 1 Jatipamor , pekerjaan kontruksi dan material yang digunakan dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan SOP pengerjaan yang telah ditentukan.
“Komisi III meminta pihak kontraktor dan pelaksana untuk segera melakukan perbaikan serta penyesuain ulang agar struktur bangunan terjamin kekuatannya, selain itu pengawasan ketat dari dinas terkait (Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka) ditegaskan harus ditingkatkan selama proses pengerjaan berlangsung, ” kata Iing kepada mecdia, Selasa (29/09/26).

Sementara itu, saat kunjungan ke SD Negeri Balida 2 pengerjaan proyek rehabilitasi tersebut berjalan baik sesuai SOP,
“Pengerjaan proyek di SD Negeri Balida 2 sudah berjalan baik, pengerjaan sesuai mutu, serta telah menggunakan material yang berkualitas tinggi sesuai spesifikasi atau standar yang ditetapkan serta SOP keselamatan juga dilakanakan dengan baik,” papar Iing.

Ditambahkan Iing, bahwa pengawasan terhadap kualitas proyek bangunan akan selalu diperhatikan. Kemudian pengawasan terhadap sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Majalengka akan didorong untuk Majalengka Langkung Sae demi kenyamanan siswa saat belajar sedang berlangsung. (eka)








