Belum Ditemukan Tersangka,Terkait Rubuhnya Atap Bangunan SMPN 1 Talun

Belum Ditemukan Tersangka,Terkait Rubuhnya Atap Bangunan SMPN 1 Talun

Cirebon Kabupaten,G.- Dunia Pendidikan di Lingkungan Dinas Kabupaten Cirebon untuk kesekian kalinya dihebohkan oleh peristiwa ambruknya bangunan sekolah. Kali terakhir peristiwa tersebut terjadi pada bangunan sekolah SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon. Kejadian pada Selasa (10/12/2024) tersebut lebih parah karena menelan korban anak didik yang tertimpa rubuhan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit. Kepala SMPN 1

Cirebon Kabupaten,G.-
Dunia Pendidikan di Lingkungan Dinas Kabupaten Cirebon untuk kesekian kalinya dihebohkan oleh peristiwa ambruknya bangunan sekolah.

Kali terakhir peristiwa tersebut terjadi pada bangunan sekolah SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon. Kejadian pada Selasa (10/12/2024) tersebut lebih parah karena menelan korban anak didik yang tertimpa rubuhan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Kepala SMPN 1 Talun Sunarto mengungkapkan bahwa kejadian ini berlangsung tiba-tiba dengan disertai suara gemuruh, meski tidak ada angin maupun hujan. Sebanyak enam siswa mengalami luka-luka akibat insiden ini. Dua siswa yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke rumah sakit, sementara dua lainnya dirawat di Puskesmas. Sebagian besar korban mengalami luka di bagian kepala.

“Bangunan ini sebenarnya belum terlalu lama diperbaiki, yakni pada tahun 2021. Kami akan segera berkomunikasi dengan komite sekolah untuk menangani insiden ini dan memperbaiki kerusakan yang terjadi,” ujarnya.

Ia menyampaikan, bangunan yang ambruk tersebut usianya masih terbilang baru. “Saya pindah ke sini jadi kepala sekolah di tahun 2021, udah pakai baja ringan,  diperkirakan usianya baru 3 tahun,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut telah diselidiki oleh Aparat Penegak Hukum. Sementara itu, di lain waktu menurut keterangan petinggi organisasi Paguyuban Wartawan Cirebon Raya selaku sosial kontrol, memberikan keterangan kepada media ini bahwa rubuhnya atap diduga karena konstruksi atap sekolah tersebut tidak memenuhi spesifikasi yang laik, sehingga kontruksi baja ringan tidak kuat menahan beban di atasnya,yang akhirnya ambruk.

” Ada Dugaan beberapa faktor yang jadi sebab terjadinya peristiwa atap bangunan sekolah negeri ambruk. Pertama dugaan lemahnya pengawasan. Kedua dugaan Tidak sesuai dengan RAB, dan dugaan perencanaan yang tidak tepat. Itu semua baru dugaan bukan menuduh,” tutur Suhendy, Sekjen PWCR.

Dia juga mengatakan, jika aparat terkait yang kompeten saat ini sedang bekerja keras menyelidiki hal tersebut. ” Dari sumber sumber yang saya himpun, terkait ambruknya atap bangunan SMPN 1 Talun yang menyebabkan korban, belum ada informasi siapa yang harus bertanggungjawab, atau bahkan jika hal itu beraroma pidana, sampai saat ini belum ada muncul tersangka,” pungkasnya.
(Pendi)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos