Kuwu Abang, Suharto Gelar Acara Sedekah Bumi Desa Pekantingan

Kuwu Abang, Suharto Gelar Acara Sedekah Bumi Desa Pekantingan

Cirebon Kabupaten,G.- Desa Pekantingan di bulan November menginjak pada kegiatan adat budaya Sedekah Bumi yang diselenggarakan setiap tahun sekali. Kumandang gamelan wayang kulit mengiringi Dalang bertutur kata, ketika awak media ini menyambangi pemimpin desa Pekantingan. Suharto yang lebih dikenal dengan Abang sapaannya, selalu ada standby di kantornya sebagai Kepala Desa bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakatnya.

Cirebon Kabupaten,G.-

Desa Pekantingan di bulan November menginjak pada kegiatan adat budaya Sedekah Bumi yang diselenggarakan setiap tahun sekali.

Kumandang gamelan wayang kulit mengiringi Dalang bertutur kata, ketika awak media ini menyambangi pemimpin desa Pekantingan. Suharto yang lebih dikenal dengan Abang sapaannya, selalu ada standby di kantornya sebagai Kepala Desa bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakatnya.

Kepala Desa/ Kuwu Abang merupakan pimpinan desa yang dicintai masyarakatnya. Hal ini karena sejak dilantik, kuwu abang selalu mengedepankan sikap pengabdiannya kepada rakyat desa Pekantingan. Segala pengurusan yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat tidak pernah memungut rupiah kepada warga masyarakat, semuanya gratis.

Disamping selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya, Kuwu Abang juga merupakan kepala desa yang kuat dalam sikapnya untuk melestarikan adat budaya kearipan lokal warisan leluhur.

Menurut Abang, setiap tahun di bulan November pihaknya selalu mengadakan acara Sedekah Bumi. Giat budaya itu selalu menampilkan Wayang Kulit siang malam. Dimaksudkan rasa syukur para petani Desa Pekantingan kepada Allah SWT atas limpahan panen hasil bumi yang telah dikelola para petani.


Oleh karena itu, dimungkinkan seluruh petani Desa Pekantingan, petani akan memberikan kepada Balai Desa apa ysng telah di panen. Bisa berupa padi, bisa berupa palawija seperti singkong, ubi ataupun buah-buahan seperti pisang dan bonteng suri.

” Acara sedekah bumi, desa Pekantingan, Kecanatan Klangenan yang selalu diadakan, karena acara ini acara adat yang tidak boleh dihilangkan,” tutur Abang.

lanjut Abang, ” artinya dari dulu sejak saya belum lahir, Sedekah bumi itu selamatan bumi yang dikelola, untuk petani, selamatannya setahun sekali, ya Wayang dengan Do’a,” ungkapnya.

Masih menurut kywu Abang, untuk kegiatan adat di desa Pekantingan,b Sedekah Bumi biasanya diselenggarakan di bulan November, dan untuk Ngunjung Buyut diselenggarakan pada bulan Oktober, sementara acara adat Mapag Sri diselenggarakan pada bulan Juni – Juli.

” Adat tidak boleh dihilangkan sesuai UU no 6 th 2014 bahwa adat tidak boleh di sepelekan, tapi dilestarikan dan dikrmbangkan tidak dihilangkan.” Pungkas Kuwu Abang, pemimpin desa yang setiap tahunnya melaksanakan lelang titisara.
(Hendy)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos