Cacing hati ditemukan pekerja di Kepanitiaan Penyembelihan Hewan Qurban Desa Panembahan

Cirebon Kabupaten,TG.- Penyembelihan hewan qurban di kepanitiaan penyembelihan hewan kurban DKM desa Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, sumber dilapangan memergoki salah seorang  pekerja dari panitia melaporkan kepada atasannya bahwa hati sapi yang dalam pegangannya  waktu dibelah dalamnya terdapat cacing atau belatung/ uler. Namun ketika media mempertanyakan kenapa bisa cacingan kepada salah seorang anggota panita yang

Cirebon Kabupaten,TG.-

Penyembelihan hewan qurban di kepanitiaan penyembelihan hewan kurban DKM desa Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, sumber dilapangan memergoki salah seorang  pekerja dari panitia melaporkan kepada atasannya bahwa hati sapi yang dalam pegangannya  waktu dibelah dalamnya terdapat cacing atau belatung/ uler. Namun ketika media mempertanyakan kenapa bisa cacingan kepada salah seorang anggota panita yang tahu ada media yang mengetahui  hal itu langsung pergi diduga terburu-buru menghindar dari pertanyaan sumber dilapangan.
Menurut sumber, keterangan perihal itu dari panitia baru bisa didapat pada saat sore hari menjelang selesai dibagikan daging kurban. Panita yang memberikan jawaban dan mengaku  bernama yudi sebagai koordinator pembagian daging kurban mengatakan bahwa  perihal adanya cacing/ uler di dalam hati sapi bukanlah kewenangan pihaknya untuk menjawab tetapi hal itu menurutnya lebih berhak Dinas terkait yang menjawab.

Oleh karena itu ditempat terpisah dan hari berbeda, sumber menanyakan kepada yang terkait di Dinas Kabupaten Cirebon. Ditemui diruang kerjanya Kepala Dinas Pertanian,Peternakan,Perkebunan Kabupaten Cirebon yaitu DR.Ir.H. Ali Effendi,M.Si yang diperkuat dengan keterangan dari Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh..Encus Suswaningsih mengatakan bahwa jika ditemukan pada penyembelihan hewan Sapi di hatinya ketika dibelah didalamnya terdapat cacing/ belatung, itu bagian yang lainnya tidak apa-apa cukup hati yang terkena ulat atau cacing itu saja yang dibuang.
Namun juga pihak Dinas menyampaikan bahwa terkait hewan yang akan disembelih sebagai hewan kurban, itu harus sehat, cukup umur, juga layak sebagai hewan kurban.

“ Hewan yang disembelih tiap tahun diprediksi untuk sapi antara 1300-1500, kemudian untuk domba sekitar 13.000 / tahun, untuk tahun sekarang datanya belum masuk.  Dinas telah berupaya adanya pemeriksaan antemortem dan postmortem / sebelum dipotong dan setelah dipotong. Ada tiga UPT PUSKeswan yang bekerja di 40 Kecamatan  sedangkan tenaga di UPT hanya 5 Orang, sehingga tiap orang menangani antara 3-4 Kecamatan , hal ini menunjukan SDM yang sedikit sehingga kami menarik partisapasi masyarakat sebanyak 150 orang untuk dilatih menjadi petugas pemeriksaan hewan qurban. Kita hanya bisa mengecek secara kilinis atau phisik dari si hewan itu sehat atau tidak. Untuk cacing itu kalau secara klinis kita agak susah. Kita lihat secara klinis saja,  layak juga sehat yang kita pokuskan sebagai hewan qurban. Hanya dengan uji lab kita bisa mengetahui ada cacing atau tidak, kemudian pada saat nekropsi bisa diketahui ada cacing atau tidak. Kalau ada cacing itu hanya organ itu yang harus dibuang organ lain gak ada masalah.” Tutur Kabid Keswan.

“ Kurban itu harus layak secara syariah layak itu pertama dari segi umur , untuk kambing 1 tahun dan Sapi 2 tahun dilihat dari gigi,yang kedua sehat dan tidak terkena penyakit. Sehat itu secara phisik kita bisa secara klinis dari mata, badan,kulit,dari dubur , tetapi yang tidak bisa itu seperti tadi cacing hati.” Tutur Kadis.
Kepala Dinas juga menegaskan bahwa di Cirebon pada H-30 telah dilakukan monitoring baik dari kesehatan hewan ataupun paramedis. Semua lokasi-lokasi yang ada hewan qurban baik di kandang maupun yang di jalan-jalan, tempat itu diperiksa.  (Endi)

Gnews
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos