Cirebon Kabupaten,G.- Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kabupaten Cirebon MUSTAMID. A.M, S.Pd., S.H., M.H. kembali menjelaskan kegiatan pembagian tazil gratis pada pengguna jalan adalah merupakan kegiatan Solideritas Pejuang Siliwangi Cirebon terhadap sesama anak bangsa. Acara dilaksanakan di depan Gedung Negara Bakorwil Krucuk, Kelurahan Kesenden pada sore hari sekitar 16.30..s/d selesai, (2/5/2021). Menurut Mustamid, kegiatan semacam

Cirebon Kabupaten,G.-
Ketua DPC Pejuang Siliwangi Kabupaten Cirebon MUSTAMID. A.M, S.Pd., S.H., M.H. kembali menjelaskan kegiatan pembagian tazil gratis pada pengguna jalan adalah merupakan kegiatan Solideritas Pejuang Siliwangi Cirebon terhadap s
esama anak bangsa. Acara dilaksanakan di depan Gedung Negara Bakorwil Krucuk, Kelurahan Kesenden pada sore hari sekitar 16.30..s/d selesai, (2/5/2021). Menurut Mustamid, kegiatan semacam ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah dijadwalkan. Namun pelaksanaannya didelegasikan kepada Ikatan Wanita Pejuang Siliwangi Indonesia (IWAPSI)yang di Ketuai oleh MARWAH, S.ST. Sebagai Kordinator pelaksana pada minggu ke tiga, Ibu MURYATI yang juga sebagai bendahara Iwapsi.
Lebih lanjut Ketua PS yang juga Direktur LBH & HAM Sunan Gunung Jati Indonesia Mustamid menjelaskan, Pejuang Silwangi sebelum melaksanakan kegiatan ini lebih dulu berkordinasi dengan aparat setempat dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan kegiatan yang ditujukan Kepada Kapolsek Utara Barat Kompol H. SUWITNO, S.H., M.H. dan beliau merespon dengan baik namun pesannya agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan dan menjaga keselamatan masing-masing, pintanya.
Mustamid,pria mantan Santri Babakan Ciwaringin ini menjelaskan sejarah Pejuang Siliwangi yang didirikan pada tanggal 2 Juli 1992 telah menunjukan Dharma Baktinyakepada Bangsa dan Negara dari mulai zaman kolonial Hindia-Belanda, zaman penjajahan Dai Nippon Jepang dan Zaman Kemerdekaan Republik Indonesia.
“ Pejuang Siliwangi tidak diragukan kiprahnya kepada Bangsa dan negara sejak Zaman Hindia-Belanda, pergerakannya secara sembunyi-sembunyi dari satu kampung ke kampung lain secara berpindah-pindah menyampaikan ajaran keguruan yang bersumber pada Al-qur`an dan Hadis Nabi seperti rukun Islam,rukun Iman dan Pencak Silat batin. Tujuannya adalah untuk menghimpun kekuatan anak bangsa dalam melakukan perlawanan terhadap Penjajah. Pejuang Siliwangi sebelum Proklamasi Kemerdekaan telah mendapatkan pelatihan militer oleh Tentara Heiho Jepang turut serta dalam Pelopor Kemerdekaan Republik Indonesia, Pejuang Siliwangi ikut juga dalam penumpasan G 30 PKI di Madiun tahun 1948 dan kemudian mendapat penghargaan dari Presiden Soekarnodi Istana negara berupa Bintang Grilya pada tanggal 10 Nopember 1949. Pada saat itu,Pejuang Siliwangi tercatat 500.000 (Lima ratus ribuh ) orang anggota yang tersebar di seluruh wilayah Republik Indonesia terutama di Jawa Barat. Adapun tapuk pimpinan Pejuang Siliwangi selalu dinakodai oleh seorang Jendral, diantaranya Raden AMA POERADIREDJA, Brigadir Jendral TNI RADEN DARSONO, Brigadir Jendral SADIKIN MUHAMAD NASRUDIN, Mayor Jendral TNI D

rs. H. SATIBI DARWIS, LAKSAMANA TNI AL WIDODO AS., Letnan Jendral TNI H. RADEN WIYOGO ADMODARMINTO, Letnan Jendral TNI KIKI SYAHNAKRI, Letnan Jendral TNI DJAJA SUPARMAN, Brigadir…..
Jendral TNI Dr. Ir. H. NASEP RACHMAT, SE., M.M., MS.I. dan Letnan Jendral TNI H. YAYAT SUDRAJAT, S.E., M.M. Artinya lahirnya Pejuang Siliwangi di Bumi Pertiwi tidak diragukan lagi mempunyai rasa Nasionalismenya dan jiwa Patriotisme terhadap bangsanya sendiri. Pejuang Siliwangi harus siap kapanpun apabila negara membutuhkan dalam keadaan genting,” tuturnya.
Disinggung era sekarang, Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia Kabupaten Cirebon Mustamid, merasa sangat memprihatinkan dengan perkembangan bangsa akhir-akhir ini, dimana-mana korupsi
semakin merajalela, penegakan hukum masih tebang pilih, hukum tidak lagi dijadikan panglima melainkan cenderung sebagai tameng kekuasaan. “ Rakyat telah merasakan Hak-hak nya dijajah, masa depan di jarah, Kemerdekaan dirampas,apakah ini bukan merupakan bentuk penjajahan baru kepada bangsa kita. Bukankah bangsa ini mempunyai pengalaman pahit selama ratusan tahun dijajah dibuat miskin, bodoh dan ketertinggalan, jutaan liter darah tertumpahkan, jutaan nyawah melayang dalam merebut kemerdekaan, lalu kemudian apakah bangsanya sendiri mau dihianati..?para pejuang bangsa dilupakan demi ambisi. Masih belum luput dalam ingatan kita, pada Era Pemerintahan SBY pada tahun 2014 telah mewariskan hutang kepada Bangsa Indonesia sebesar Rp. 2.700 Triliun, setelah berganti pemerintahanSBY hutang semakin melonjak dratis menjadi Rp. 6.336 (enam ribu tiga ratus tiga puluh enam) Triliun(dikutif dari salah satu sumber berita). Bagaimana nasib bangsa Indonesia kedepan, andai saja para pemimpin negara atau para pejabat semuanya amanah maka Bangsa Indonesia dapat dipastikan subur makmur dan sejahtera karena kekayaan bangsa Indonesia berlimpah ruah tapi faktanya tidak seperti yang dibayangkan,karena ulah orang-orang yang ambisi serakah memperkaya diri sendiri,rakyat kecil hanya dijadikan sebagai penonton serial drama tidak bisa apa-apa, padahal pemilik kedaulatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Penasehat Pejuang Siliwangi Dr. H. TEGUH SANTOSO, S.E, S.H., M.H., M.BA.menyambut baik. “ Kegiatan semacam ini agar kita dapat bermanfaat untuk orang lain terlebih lagi pada bulan puasa mendapat pahala yang berlipat, sebagaimana dijelaskan Hadis Nabi Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain, dan janganlah engkau mempersulit orang lain niscaya engkau akan dipersulit oleh yang lain, mudah-mudahan semua pihak dapat membuka diri,”tuturnya.
(Endi/PSI)








