Maling Buah Jadi Alasan, 2 Relawan SPPG Kalitanjung Ditendang Sepihak

Maling Buah Jadi Alasan, 2 Relawan SPPG Kalitanjung Ditendang Sepihak

CIREBON KOTA, G.- Dua relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitanjung, Kota Cirebon, harus menelan pil pahit pemecatan sepihak. Ironisnya, keduanya ditendang dengan tuduhan mencuri buah jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak terima dicap sebagai maling di depan rekan-rekannya atas perbuatan yang disebut tak pernah mereka lakukan, kedua relawan tersebut akhirnya mengadukan nasibnya kepada

CIREBON KOTA, G.-
Dua relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitanjung, Kota Cirebon, harus menelan pil pahit pemecatan sepihak. Ironisnya, keduanya ditendang dengan tuduhan mencuri buah jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak terima dicap sebagai maling di depan rekan-rekannya atas perbuatan yang disebut tak pernah mereka lakukan, kedua relawan tersebut akhirnya mengadukan nasibnya kepada pendamping hukum. Rasa malu dan kecewa mendalam menjadi alasan mereka mencari keadilan.

Kasus ini terjadi di SPPG Kalitanjung yang beralamat di Jalan Kalitanjung, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Dapur MBG yang seharusnya menjadi simbol kepedulian gizi itu kini justru diterpa isu miring.

Upaya konfirmasi atas kebenaran informasi tersebut dilakukan media ini pada Jumat (18/09/2026). Dua orang perwakilan SPPG Kalitanjung ditemui langsung di ruang rapat untuk mendapatkan duduk perkara yang berimbang.

Berdasarkan pengakuan relawan, pemecatan dilakukan secara mendadak hanya karena tuduhan mengambil buah. Tidak ada pembuktian, tidak ada klarifikasi terbuka. Tuduhan itu dilontarkan di hadapan relawan lain, yang membuat keduanya merasa dipermalukan.

Kejanggalan semakin mencuat dari sisi prosedur. Keduanya mengaku dipecat langsung tanpa melalui tahapan peringatan SP1, SP2, hingga SP3 sebagaimana aturan ketenagakerjaan pada umumnya. Lebih janggal lagi, surat pemecatan tersebut justru tidak ditandatangani oleh Kepala SPPG yang masih aktif, melainkan oleh seseorang yang diduga sudah tidak lagi bekerja di SPPG tersebut.

Sangat disayangkan, proses konfirmasi yang baru berjalan beberapa menit mendadak buntu. Perwakilan SPPG yang diwakili Hendra dan Faiz Aslap  tampak tidak berkenan melanjutkan tanya jawab dengan awak media. Bahkan, awak media dipersilakan keluar dari ruangan rapat tanpa ada penjelasan resmi.

Sikap tertutup ini justru menimbulkan tanda tanya besar. Ada apa di balik pemecatan kilat ini? Mengapa prosedur pemecatan terkesan serampangan dan suratnya ditandatangani oleh pihak yang statusnya dipertanyakan?

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Kalitanjung belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan pemecatan dan keabsahan surat pemecatan tersebut. Kedua relawan berharap ada transparansi dan keadilan, agar nama baik mereka yang tercoreng tuduhan maling buah bisa dipulihkan.
(Hendy)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos