Brebes,G.- Harapan baru mulai dibangun di Dukuh Kendaga, Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Senin (31/8/2026) siang, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE MM meletakkan batu pertama pembangunan rumah baru bagi Ibu Rasti, warga setempat yang selama ini membutuhkan hunian yang lebih layak dan aman. Peletakan batu pertama tersebut menjadi awal bagi Ibu Rasti

Brebes,G.-
Harapan baru mulai dibangun di Dukuh Kendaga, Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Senin (31/8/2026) siang, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE MM meletakkan batu pertama pembangunan rumah baru bagi Ibu Rasti, warga setempat yang selama ini membutuhkan hunian yang lebih layak dan aman.
Peletakan batu pertama tersebut menjadi awal bagi Ibu Rasti dan keluarga untuk memiliki tempat tinggal yang lebih manusiawi. Rumah itu nantinya tidak hanya menjadi bangunan tempat berteduh, tetapi juga ruang bagi keluarga untuk menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan tenang.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa hadir di Dukuh Kendaga untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah baru bagi Ibu Rasti. Bagi saya, ini adalah momen yang sangat berarti,” ujar Bupati Paramitha.

Menurutnya, rumah memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan. Rumah merupakan tempat keluarga berkumpul, membangun harapan, dan menjalani kehidupan dengan penuh rasa aman.
Karena itu, ia berharap pembangunan rumah baru tersebut menjadi awal bagi kehidupan Ibu Rasti dan keluarga yang lebih baik.
“Saya berharap ini menjadi awal dari kehidupan yang lebih nyaman dan lebih baik bagi keluarga,” katanya.

Bupati Paramitha juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes yang terus berupaya menghadirkan program penyediaan hunian layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapatkan kesempatan memiliki rumah yang layak.
“Semoga langkah ini terus berlanjut dan semakin banyak keluarga yang mendapatkan kesempatan memiliki rumah yang layak,” harapnya.
Kepada Ibu Rasti dan keluarga, Bupati berpesan agar rumah yang nantinya selesai dibangun dapat dirawat dengan baik dan menjadi tempat tumbuhnya kebahagiaan keluarga.
“Rawat dengan penuh rasa syukur. Semoga rumah ini membawa kesehatan, ketenangan, rezeki, dan kebahagiaan bagi keluarga,” pesannya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, persoalan sosial di tengah masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan kepedulian dan kebersamaan semua pihak.
“Kalau ada tetangga yang membutuhkan, mari kita bantu. Kalau ada program pemerintah, mari kita kawal bersama agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Dinperwaskim Kabupaten Brebes La Ode Vindar Aris Nugroho menjelaskan, pembangunan rumah Ibu Rasti merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan Baznas Kabupaten Brebes.
Rumah tersebut dibangun di atas lahan berukuran 4,5 x 12 meter. Untuk pengadaan lahan senilai Rp20 juta ditanggung Baznas Brebes, sedangkan Dinperwaskim mengalokasikan Rp35 juta untuk pembangunan konstruksi rumah sekaligus sarana jamban sehat.
“Tahun 2026 ini peletakan batu pertama RTLH. Setelah ini ada 500 unit lagi yang akan kita bangun,” kata La Ode.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 Kabupaten Brebes juga mendapatkan alokasi sekitar 1.500 unit program bantuan bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Menurutnya, jumlah tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat di Kabupaten Brebes.
La Ode menjelaskan, berdasarkan hasil verifikasi lapangan, kondisi tempat tinggal Rasti sebelumnya cukup memprihatinkan. Selain tidak memenuhi standar kelayakan hunian, rumah tersebut juga berdiri di atas tanah milik orang lain.
“Skema kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi solusi cepat agar masyarakat rentan segera memiliki kepastian hunian yang aman, legal, dan manusiawi,” tandasnya.
Bagi Ibu Rasti, dimulainya pembangunan rumah baru tersebut menjadi momen yang penuh haru sekaligus membahagiakan.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes, Baznas, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan impiannya memiliki rumah yang lebih layak.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Bupati, Pemerintah Kabupaten Brebes, Baznas, dan semua pihak yang sudah membantu kami. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan untuk membangun rumah,” ungkap Rasti.
Selama ini, kata Rasti, kondisi tempat tinggalnya masih jauh dari kata layak dan berdiri di atas tanah milik orang lain. Karena itu, bantuan tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi dirinya dan keluarga.
“Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Mudah-mudahan rumah ini nanti bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman, aman, dan bisa kami tempati dengan tenang,” tuturnya.
Rasti pun berharap program bantuan rumah layak dapat terus dilanjutkan dan menjangkau masyarakat lain yang berada dalam kondisi serupa.

“Semoga Ibu Bupati, pemerintah, Baznas, dan semua yang sudah membantu selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan rezeki. Semoga bantuan seperti ini juga bisa dirasakan oleh masyarakat lainnya yang membutuhkan,” pungkasnya.
Peletakan batu pertama rumah baru Ibu Rasti menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kolaborasi dan kepedulian dapat menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Dari sebuah rumah di Dukuh Kendaga, tumbuh harapan baru: tentang tempat tinggal yang lebih layak, kehidupan yang lebih nyaman, dan masa depan keluarga yang lebih baik.
“Hari ini kita mulai dari rumah Ibu Rasti. Semoga menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak rumah layak dan keluarga yang lebih sejahtera di Kabupaten Brebes,” pungkas Bupati Paramitha.
(Soca/Humas Dinkominfotik Kabupaten Brebes)










