Cirebon Kota,G.- Dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan, Keluarga Besar Pangeran Jayawikarta bin Sultan Sepuh IV Sultan Amir Sena Kasultanan Kasepuhan Cirebon menggelar acara Tawasulan, do’a bersama dan silaturahmi keluarga besar, yang berlangsung di Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, 30 Mei 2025. Acara ini merupakan bagian dari tradisi luhur Kasultanan Kasepuhan khususnya Keluarga Besar Pangeran

Cirebon Kota,G.-
Dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan, Keluarga Besar Pangeran Jayawikarta bin Sultan Sepuh IV Sultan Amir Sena Kasultanan Kasepuhan Cirebon menggelar acara Tawasulan, do’a bersama dan silaturahmi keluarga besar, yang berlangsung di Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, 30 Mei 2025.
Acara ini merupakan bagian dari tradisi luhur Kasultanan Kasepuhan khususnya Keluarga Besar Pangeran Jayawikarta dalam menjaga tali silaturahmi antar keluarga sekaligus bentuk penghormatan terhadap para leluhur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tawasul, dzikir, dan do’a bersama.

Dalam sambutannya, Elang Oong, menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, serta warisan spiritual dan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
“…..acara ini bukan hanya sebagai bentuk do’a untuk para leluhur, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat kembali ikatan kekeluargaan di tengah dinamika zaman…..” ujarnya.
Selain dihadiri oleh anggota keluarga besar dari berbagai daerah, acara ini juga terbuka untuk masyarakat sekitar yang turut serta merasakan hikmah dan keberkahan dari kegiatan spiritual tersebut.
Suasana hangat dan penuh makna terasa sepanjang acara, mencerminkan keharmonisan yang terus dijaga oleh keluarga besar Kasultanan.
Seperti diketahui bahwa Pangeran Jayawikarta adalah putra kedua dari lima bersaudara putra Sultan Amir Sena Kasepuhan dan Sultan Matangaji adalah putra pertama Sultan Amir Sena.
Hingga saat ini, keturunan Pangeran Jayawikarta masih banyak berada di keraton Kasepuhan dan juga diluar keraton.
Dengan diadakannya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kekeluargaan dan nilai-nilai luhur budaya Cirebon dapat terus hidup dan mengakar kuat di generasi penerus.
Tawasulan menjadi salah satu wujud nyata dari kesadaran sejarah dan spiritual yang tetap relevan di tengah masyarakat modern.(Hendy/ Samroni/ Dido)


