Garut, G.- Sekitar 15 hektar lahan tanaman padi di Cidahon desa Jatimulya Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut terdampak kekeringan. Kondisi itu menurut hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dari Agustus sampai Oktober 2023 mendatang. Kepala UPT Pertanian Kecamatan Pamengpeuk H. Asep Rustendi S.E, M.P, menyampaikan pada awak media Gelombang. di sela sela kegiatan sosialisasi Gerakan

Garut, G.-
Sekitar 15 hektar lahan tanaman padi di Cidahon desa Jatimulya Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut terdampak kekeringan. Kondisi itu menurut hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dari Agustus sampai Oktober 2023 mendatang.
Kepala UPT Pertanian Kecamatan Pamengpeuk H. Asep Rustendi S.E, M.P, menyampaikan pada awak media Gelombang. di sela sela kegiatan sosialisasi Gerakan Penanganan Bencana Kekeringan Tanggap Darurat Produksi Padi.
“Ratusan hektar lahan pesawahan yang terdampak kekeringan tersebar di wilayah Dinas Pertanian UPT Kecamatan Pamengpeuk. Kemudian diantara kelompok tani Sinar Fajar/blok Cidahon desa Jatimulya tanaman padi di sawah yang usianya berkisar 20 sampai 30 Hst setelah tanam semua alami kekeringan.” Ujar Asep Rustendi, Senin ( 4/9/2023 ).

Dalam Kegiatan tersebut di hadiri Dinas Pertanian (Kabid PPUP) Dati Widyanti S.P, M.P, Brigadir Alsintan Dida Hartadi beserta Tim/staf, Koordinator Kab POPT Ahmad Firdaus S.SI, Koordinator BPP Lisda Hermawati S.P, M.P, POPT penyuluh pertanian Kec Pameungpeuk, Kepala desa Jatimulya Jenal mutaqin dan warga penggarap lahan sawah.
Dati widyanti mengatakan, ” Kami bersama petani berupaya melakukan langkah mengamankan produksi padi, juga menyelamatkan tanaman padi. Dengan luas lahan 15 hektar tanaman padi yang berumur 20 – 30 Hst yang mengalami bencana kekeringan.”

Pihak Dinas pertanian (Kepala bidang PPUP) Kabupaten Garut Dati Widyati, S.P, M.P melakukan upaya penyelamatan penanganan darurat ini dengan cara menggunakan pompa air / mesin sedot untuk membantu para petani mengairi sawahnya.
Pengaliran air dilakukan dengan mengoptimalkan selang yang panjangnya kurang lebih 500 meter untuk pengaliran dengan sumber air yang berasal dari selokan atau Lebak Ciarit lalu air ditarik dengan menggunakan mesin sedot/pompa air ukuran 4 inc.
” Dalam penanganan bencana kekeringan ini pihak pemerintah bukan tidak merealisasikan anggaran dana pembangunan sarana untuk sumur Bor, dll. Namun yang di butuhkan dalam penanganan kali ini adalah penanganan darurat maka jika membangun dulu Sumur Bor, kapan untuk dipergunakan nya, sedangkan tanaman padi butuh pengairan saat ini.” Pungkas Dati Widyati.
(Saepuloh).





