Nemo: Industri Rotan Saat Ini Order Banyak Tenaga Kerja Kurang

Nemo: Industri Rotan Saat Ini Order Banyak Tenaga Kerja Kurang

Cirebon Kabupaten,TG.- Berdialog dengan seorang pengusaha rotan yang dituakan di Desa Tegalwangi Kabupaten Cirebon nyaris seperti menggali pengalaman seorang legenda di Industri Rotan. Pak Nemo panggilannya telah berkiprah di dunia kerajinan rotan selama 43 tahun, Ia mengungkap pengalaman dan harapannya melalui media Gelombang pada Senin,27/07/2020 di kantor -nya Kuwu Iskandar,S.Sos. Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten


Cirebon Kabupaten,TG.-
Berdialog dengan seorang pengusaha rotan yang dituakan di Desa Tegalwangi Kabupaten Cirebon nyaris seperti menggali pengalaman seorang legenda di Industri Rotan.
Pak Nemo panggilannya telah berkiprah di dunia kerajinan rotan selama 43 tahun, Ia mengungkap pengalaman dan harapannya melalui media Gelombang pada Senin,27/07/2020 di kantor -nya Kuwu Iskandar,S.Sos. Desa Tegalwangi Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.

Sebagai tokoh yang mengetahui seluk beluk situasi rotan di desanya. Nemo mengatakan bahwa di Desa Tegalwangi memiliki organisasi pengrajin Rotan yang diketuai oleh Ade yang juga merupakan pengrajin dan pengusaha rotan. “ Koperasi pengrajin Rotan ketuanya Ade, tadinya seluruh organisasi pengrajin rotan disebut Asmindo, sekarang dirubah namanya HIMPI, termasuk Presiden Jokowi merupakan anggota,” tuturnya.
Menurut Nemo pada Jaman Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan wakilnya Yusup Kala, pada saat mentri perdagangan Maria Pangestu dunia rotan di Tegalwangi mengalami kegetiran karena pasar ekspor industri kerajian Rotan anjlok. Hal itu disebabkan Pemerintah membuka ekspor bahan baku ke luar negeri. “ sebetulnya pemerintah itu jangan mengekspor bahan bakunya, mending digalakan biar masyarakat bisa bekerja.Ya hasil industrinya yang dikirim bukan malah bahan bakunya,” tuturnya.

“..dahulu pada waktu bahan baku krans ekspornya di buka, saya dan teman-teman sering demo untuk menjegal ekspor bahan baku rotan ke luar negeri itu,” imbuhnya.
Dunia ekspor Indonesia khususnya bagi pengrajin rotan Tegalwangi mulai menggeliat kembali sejak Ibu mega wati memenuhi janjinya pada saat berkunjung di Tegalsari Cirebon untuk menutup ekspor bahan baku rotan. Hal itu berakibat industri Rotan khsususnya di wilayah Tegalmantro / Tegal wangi bangkit kembali. “ Sekarang dunia rotan eksis lagi se dunia, namun demikian saat ini tantangannya tenaga kerja sudah hampir tidak ada. Gak ada penerus yang bakal bekerja di industri rotan , keliatannya sih. Walaupun masih ada akan tetapi sedikit tidak sebanyak seperti dulu.” Tuturnya.

Dahulu menurut Nemo, Jawa Tengah, terus tetangga kabupaten banyak yang belajar dan berkiprah di bidang rotan. Saat sekarang menurut Nemo sudah nyaris tidak ada yang mau belajar di Rotan. Terbukti setelah lulus SMK lebih banyak bekerja di di luar bidang rotan. “..faktor kekurarangan tenaga kerja memang gara – gara setelah bahan baku diekspor sehingga tidak ada bahan baku. Akibat tidak ada bahan baku menyebabkan banyak pengrajin yang gulung tikar/ menghentikan kegiatannya sehingga para pengrajinnya / pekerja rotan-nya banyak keluar dan beralih profesi.” Jelasnya.

Untuk memunculkan kembali gairah usaha dan bekerja di bidang rotan seperti jaman keemasan rotan Tegalwangi, Nemo berinisiatif memunculkan wisata rotan. Diakui Nemo sejak Pemerintah Kabupaten Cirebon mendongkrak Ikon Rotan Kursi Raja yang ditempatkan di dekat Kecamatan Weru , kegiatan berusaha dibidang rotan akhirnya mulai meningkat dan mulai berdatangan lagi buyer dari luar negeri ke desa Tegalwangi.
Kendati demikian, Nemo akui bahwa saat sekarang bergerak di dunia usaha rotan keuntungannya berbeda dengan dahulu. Keuntungan sekarang agak menurun karena bahan baku naik sedangkan dari buyer kenaikan harganya tidak seberapa bahkan ada juga buyer yang mau beli tapi harganya tetap seperti yang dahulu.

Nemo juga mengatakan terkait harga dari produk industri kerajinan rotan dipengaruhi juga oleh para marketing melalui IT, suka membuat harga jadi jatuh terkadang, gak stabil.
“Walau bagaimana situasinya pengusaha rotan di Tegalwangi tetap ada namun sekarang ini Order banyak tenaga kerjanya yang kurang,” pungkasnya. (Ade Sugiarto)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos