Cirebon Kota,G.- Sangkala Buana Saksi Kejayaan Kasultanan Cirebon. Berdiri di depan Karaton Kasepuhan salah satu Keraton Pertama di Cirebon yang sebelumnya bernama Karaton Pakungwati. Baru saja diresmikan , Jum’at (4/2/2022) oleh Gubernur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.ditengah derasnya hujan. Acara peresmian Alun-alun Sangkala Buana milik Kasultanan Kasepuhaan Cirebon dihadiri oleh seluruh
Cirebon Kota,G.-
Sangkala Buana Saksi Kejayaan Kasultanan Cirebon. Berdiri di depan Karaton Kasepuhan salah satu Keraton Pertama di Cirebon yang sebelumnya bernama Karaton Pakungwati. Baru saja diresmikan , Jum’at (4/2/2022) oleh Gubernur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.ditengah derasnya hujan.

Acara peresmian Alun-alun Sangkala Buana milik Kasultanan Kasepuhaan Cirebon dihadiri oleh seluruh jajaran petinggi Provinsi Jawa Barat. Sambutan pertama oleh Kepala Dinas Perumahan Pemukiman Provinsi Jawa Barat, Boy Iman Nugraha,S.T.,M.T dilanjutkan sambutan dari penerima manfaat revitalisasi pembangunan Alun-alun Sangkala Buana yaitu Keraton Kasepuhan yang diwakili langsung oleh Sultan Sepuh XV PRA Lukman Zulkaedin. Kemudian sambutan dari Walikota Cirebon dan Pamungkas Sambutan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Hadir juga di acara itu, Kapolres Cirebon Kota Akbp M. Fahri Siregar, SH.S.IK.MH, Dandim Kota/Kabupaten Cirebon, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN),Forkopimda Pemerintah Kota Cirebon, Para perwakilan perwira dari Polresta Cirebon, Polres Cirebon Kota, Korem 063/Sunan Gunung Jati, Denpom III/SLW, Kodim 0614/Kota Cirebon, Kodim 0620/Kab. Cirebon, Organisasi Masyarakat Macan Ali, Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWC-R) dan tamu undangan lainnya. Acara juga dimeriahkan kesenian Tari Topeng Cirebon, dan sampai pada pengguntingan pita acara diguyur hujan deras, namun dari awal sampai selesai acara tetap patuhi Protokol Kesehatan.

Kasultanan Cirebon merupakan warisan dari Kerajaan wilayah Sunda. Sejak Prabu Wangi Lingga Buana Penguasa Kerajaan Galuh , diteruskan Raja Muda Prabu Niskala Wastu Kancana, kemudian Prabu Susuk Tunggal Sang Haliwungan, Prabu Dewa Niskala, Pamanah Rasa Jaya Dewata Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi ke-4 Raja di Pajajaran,Kemudian Walangsungsang Cakra Buana, Rara Santang, Syarief Hidayatullah Sunan Gunungjati penakluk Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming.
Dengan banyaknya direvitalisasi situs atau artepak Kerajaan di Nusantara, oleh pemerintah yang berkuasa saat ini pertanda perhatian kepada warisan budaya Kerajaan Nusantara. Hal ini sebagaimana disampaikan Oleh Pangeran Raja Adipati Lukman Zulkaedin dihadapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam acara Peresmian Selesainya Pembangunan dan dibukanya untuk umum Alun-alun Keraton Kasepuhan yang bernama Sangkala Buana.

” Dengan diresmikannya Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Cirebon oleh Gubernur Jawa Barat, ini berarti Pemerintah memberikan perhatian kepada Keraton,” tutur Sultan Lukman Zulkaedin.
Sementara itu, Walikota Cirebon Drs.H.Nasrudin Azis,SH kepada seluruh yang hadir menyampaikan,” Pemerintah Kota Cirebon berterimakasih kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah memberikan perhatian tinggi terhadap revitalisasi alun-akun ini. Sehingga kita bisa melihat alun-alun yang luar biasa ini, tutur Walikota Nasrudin Azis.
Diakhir sambutannya Walikota Cirebon lewat pantun mendoakan Gubernur Ridwan Kamil menjadi Presiden.

Pembangunan Revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana, menurut sumber menelan anggaran 10,4 milyar rupiah. Dikerjakan melalui Tender yang dimenangkan oleh Kontraktor PT.Anggada Teguh Putra, menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan pengadaan Provinsi Jawa Barat, dan Kota Cirebon khususnya Keraron Kasepuhan hanya menerima manfaat hasil pekerjaan pembangunan revitalisasi Alun-alun.
Gubernur Jawa Barat sebelum meresmikan Sangkala Buana mengungkapkan. Bahwa dirinya datang di Cirebon untuk meresmikan Alun-alun Keraton Kasepuhan yang diberinama Sangkala Buana, sesungguhnya bukan kemana kemana akan tetapi datang kembali ke kandang, kampung halamannya. ” Sebenarnya saya ke sini balik kampung pak. Saya ini orang Bandung keturunan Garut. Garut-nya yang pindah dari Banten. Banten-nya yang pindah dari Cirebon. Cirebon-nya dari Gunungjati.”tutur Dr. H.Mochammad Ridwan Kamil,S.T.,M.U.D.
Gubernur juga berpesan kepada pihak pengelola dalam hal ini Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Ratu Alexandra Wuryaningrat supaya selanjutnya Alun-alun Sangkala Buana ini sering diadakan Pentas Seni dan Budaya.
(Endi)










