PT.TKK Meminta Pertanggungjawaban Pihak (UMC) Universitas Muhammadiyah Cirebon, Soal Uang Milyaran Rupiah

PT.TKK Meminta Pertanggungjawaban Pihak (UMC) Universitas Muhammadiyah Cirebon, Soal Uang Milyaran Rupiah

  Cirebon Kabupaten,G.- Perjalanan pembangunan gedung UMC (Universitas Muhammadiyah Cirebon) yang beralamat di jln Fatahillah kelurahan Watubelah Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Jawa barat diduga masih ada persoalan keuangan yang belum terselesaikan dengan PT TKK (Tata Karya Konstruksi) Usai terhentinya pelaksanaan pembangunan gedung UMC yang di perkirakan sudah mencapai 60-70 %, di kerjakan oleh PT TKK

 


Cirebon Kabupaten,G.-
Perjalanan pembangunan gedung UMC (Universitas Muhammadiyah Cirebon) yang beralamat di jln Fatahillah kelurahan Watubelah Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Jawa barat diduga masih ada persoalan keuangan yang belum terselesaikan dengan PT TKK (Tata Karya Konstruksi)

Usai terhentinya pelaksanaan pembangunan gedung UMC yang di perkirakan sudah mencapai 60-70 %, di kerjakan oleh PT TKK namun hal tersebut pihak UMC berusaha untuk meminta melanjutkan pekerjaan gedung UMC kepada pihak PT TKK. Pihak UMC sendiri pernah mendatangi PT TKK di Solo dan dalam pertemuan saat itu pihak rektor UMC dan PT TKK sewaktu disolo yang kala itu pihak rektor UMC meminta kepada PT TKK untuk mendatangi gedung UMC guna melanjutkan peningkatan pekerjaan tersebut. ” Kemudian pada lain harinya PT TKK memenuhi keinginan rektor UMC tapi setelahnya saya (Zaenul Arifin) datang ke pembangunan gedung UMC tersebut justru pekerjaan yang di tawarkan kembali ke PT TKK malah sudah ada yang mengerjakan oleh vendor lain. “Ujar Zaenul Arifin

Proses pembangunan gedung mewah berlantai delapan yakni UMC Universitas Muhammadiyah Cirebon yang awalnya di kerjakan oleh PT TKK (Tata Karya Konstruksi) menjadi teka teki siapa sebenarnya yang bertanggung jawab kepada PT. TKK soal uang tagihan sejumlah Rp 4.000.000.000. (empat miliar rupiah) dan uang Jaminan pelaksanaan Rp 450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah) yang pekerjaannya sudah di kerjakan oleh PT TKK.

Dalam hal ini Pihak PT TKK (Tata Karya Konstruksi) yang awalnya mengerjakan gedung UMC (Universitas Muhammadiyah Cirebon) tersebut kini mempertanyaan soal keuangan atas tagihan yang sudah di kerjakan Pihak PT TKK . Sampai di tulisnya berita ini pihak PT TKK sendiri mengharapkan jika memang pihak UMC sudah memberikan pekerjaan itu kepada vendor lain menurutnya gak jadi masalah tapi tolong bagaimana dengan uang tagihan PT TKK kepada pihak UMC. Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Utama PT TKK Zaenul Arifin kepada media.

“Sejauh ini kami juga ingin melakukan hubungan baik dengan cara kekeluargaan namun seolah pihak UMC sendiri malah terkesan menghindar dan sulit untuk di temui bahkan saya sudah dua kali berkunjung yakni pada bulan Desember 2021 dan yang kedua kalinya pada 4 Januari 2022 namun pihak UMC tidak bisa menemui saya. Sudah dua kali kedatangan saya dari Solo ke Cirebon yang rencananya untuk mempertanyakan soal uang tagihan senilai Rp4.000.000.000.- (empat milyar rupiah) dan uang jaminan senilai Rp 450.000.000.- (empat ratus lima puluh juta rupuah) PT TKK tapi belum pernah di temuin oleh piha UMC. “Cetus Zaenul Arifin sebagai direktur utama PT TKK.

“Jika persoalan ini tidak dapat di selesaikan secara kekeluargaan maka saya pun akan menempuhnya dengan jalur hukum melalui kuasa hukum saya. Tapi jika pihak rektor UMC masih punya itikad baik itu adalah harapan saya agar antara PT TKK dan pihak UMC tetap terjalin hubungan baik, ” pungkas Jaenul Aripin.

(Tim)

Posts Carousel

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos